Ternyata Masih Ada 166 Bidang Lahan Belum Dieksekusi

Sebanyak 166 dari 540 bidang tanah yang dikonsinyiasi dalam proyek tol Semarang-Batang belum dieksekusi oleh PN Kendal.

Ternyata Masih Ada 166 Bidang Lahan Belum Dieksekusi
Dokumentasi Jasa Marga/Kompas.com
Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Refly Harun, saat melakukan kunjungan proyek jalan tol Batang-Semarang, Sabtu (28/10/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jateng Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sebanyak 166 dari 540 bidang tanah yang dikonsinyiasi dalam proyek tol Semarang-Batang belum dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Kendal.

166 bidang tanah tersebut masih dalam bentuk kebun, bangunan dan lahan kosong. Itu semua masih tersebar di berbagai desa yang dilintasi proyek Nasional itu.

Padahal proyek Nasional itu direncanakan sudah dapat digunakan untuk dilintasi kendaraan pada arus mudik lebaran tahun 2018.

Panitera PN Kendal Soedi saat dijumpai mengatakan hingga tanggal 23 April kemarin, pihak pengadilan baru melakukan eksekusi tanah proyek tol sebanyak 374 bidang tanah.

Ia mengatakan 166 bidang tanah itu akan dieksekusi apabila dari Penjabat Pembuatan Komitmen (PPK) Proyek tol Semarang-Batang membuat pengajuan eksekusi lahan.

"Kami saat ini belum bisa mengeksekusi tanah tersebut pasalnya belum ada pengajuan dari PPK untuk mengeksekusi. Namun apabila ppk telah mengajukan permohonan eksekusi kami bisa langsung mengeksekusi," ujar Soedi, Jum'at (4/5) sore.

Jika surat permohonan eksekusi dari PPK telah diajukan, maka pihaknya akan langsung mendatangi pemilik lahan tersebut untuk menyampaikan proses eksekusi, yakni 10 hari sebelum proses eksekusi.

"Namun dalam waktu dekat ini kami akan mengeksekusi 10 bidang tanah, kemarin tanggal 26 April PPK baru saja mengajukan permohonan eksekusi tanah, dua diantaranya merupakan bidang tanah dengan rumah," paparnya

Terkait uang ganti rugi, Soedi menambahkan pihaknya pun saat ini masih menyimpan dana sebanyak Rp 68 miliar uang ganti rugi. Uang tersebut belum diambil oleh pemilik lahan yang lahannya dieksekusi.

Ia mengatakan total keseluruhan uang ganti rugi yang dikonsinyiasi sebesar Rp 168,8 miliar. Ia pun meminta agar para pemilik lahan segera mengambil uang tersebut.

"Uang tersebut bisa langsung diambil oleh pemilik lahan di Pengadilan Negeri tanpa ada potongan," pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh Tribunjateng.com, Tendy Herdianto, PPK Proyek tol Semarang-Batang mengatakan pihaknya saat ini belum merencanakan akan mengajukan permohonan eksekusi. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved