Destinasi Jateng

Serunya Menjelajah Kebun Teh Pagilaran Batang, Udara Dingin yang Menggigit Jadi Tantangan

Lokasinya di Desa Pagilaran, sekitar satu jam dari pusat Kabupaten Batang, ke arah selatan

Ada yang memilih berdiri untuk melihat pemandangan, ada pula yang duduk karena mual.

G
Wisatawan menggunakan truk untuk berkeliling di kawasan perkebunan teh Pagilaran. Kabupaten Batang, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018).(KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

Di beberapa titik yang menyuguhkan pemandangan kita bisa turun untuk berfoto. Puncaknya setelah sekitar tiga kilometer, terlihat kebun yang menawan dengan barisan ibu-ibu pemetik teh.

Anda bisa turun, berfoto bersama mereka bahkan belajar memetik teh yang baik itu seperti apa.

Berfoto di tengah rimbunnya pepohonan teh dengan latar pegunungan jadi hal yang tidak boleh dilewati di sini.

Belum lagi udara yang sejuk dan hangatnya sinar mentari pagi, jadi hal yang istimewa untuk dinikmati.

Usai menelusuri kebun dan lahan pembibitan teh, saatnya wisatawan menuju pabrik pengolahannya.

Di dalam pabrik tersebut, setiap tahunnya tidak kurang 8.000 ton teh diproduksi.

P
Indahnya lanskap di kawasan perkebunan teh Pagilaran. Kabupaten Batang, Jawa Barat, Kamis (3/5/2018).(KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA)

"70-80 persen teh kita diekspor ke luar sebagai teh premium. Kalau di Indonesia belum ada pasarnya," tutur Rahmat Gunadi, Direktur Utama Pagilaran, saat dikunjungi wartawan pariwisata, Rabu (3/5/2018).

Kebun yang dikelola Universitas Gajah Mada (UGM) ini mengirim teh hitam yang diproses secara ortodoks dan teh hijau kualitas premium ke Amerika, Inggris, Rusia, dan Jepang.

Di kawasan pabrik, Anda akan diajak berkeliling melihat mesin-mesin teh dengan ukuran sangat besar, rata-rata ukurannya sebesar mobil.

Halaman
123
Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved