Liputan Khusus

Untuk Menggabung Sisa Kuota Harus Tahu Kunci IP

Untuk Menggabung Sisa Kuota Harus Tahu Kunci IP. News Analysis oleh Solichul Huda - Pakar Cyber Crime, Direktur Indonesia Efraud Watch (IEW)

Untuk Menggabung Sisa Kuota Harus Tahu Kunci IP
Istimewa
News Analysis oleh Solichul Huda - Pakar Cyber Crime, Direktur Indonesia Efraud Watch (IEW) 

News Analysis oleh Solichul Huda - Pakar Cyber Crime, Direktur Indonesia Efraud Watch (IEW)

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Paket internet yang dibeli konsumen secara otomatis punya IP (internet protocol). Operator seluler mengetahui volume dan fitur yang ada dalam paket internet berdasarkan IP. Dalam paket internet itu tersimpan nomor telepon seluler pemilik paket.

Paket internet ada beberapa jenis, pertama paket itu akan menambah paket berikutnya ketika masa aktif paket habis saat membeli paket baru. Kedua, paket internet baru akan menghapus sisa paket internet lama.

Untuk menggabung sisa paket internet kuncinya ada pada IP paket internet dan nomor HP, sehingga kalau mau gabung dua atau lebih sisa paket internet harus mengetahui IP tiap paket.

Hal itu memerlukan perangkat dan software tersendiri yang dimiliki operator seluler. Ini yang dimungkinkan adanya keterlibatan orang dalam ketika ada kecurigaan sisa paket internet dijual kembali, karena hanya mereka yang tahu sistem pemaketannya.

Dampak positifnya sisa paket, kalau masyarakat tahu mereka akan membeli paket sesuai dengan kebutuhan. Jangan membeli fitur yang tidak dipakai, sehingga lebih hemat. Dampak negatifnya kalau dibiarkan bisa terjadi pencurian sisa kuota internet.

Paket internet itu berbasis volume base dan time base, sehingga semua tergantung pemakaian paket data dan waktu berlakunya. Kuncinya di operator seluler selaku penjual paket, karena mereka yang mengetahui persis struktur dari paket data internet yang dijual.

Untuk mencegah tindakan ilegal atau pencurian paket data, operator harus membatasi admin yang dapat mengakses identititas paket yang dijual.

Konsumen semestinya juga harus diberi tahu tentang jenis paket data yang dibeli. Mereka juga harus diajari cara mengontrol paket data yang dimiliki. Dalam setting HP kan ada penjelasan tentang berapa volume data paket yang sudah digunakan.

Konsumen paket data internet kan membeli sesuai dengan paket data yang ditawarkan, sehingga semestinya kalau ada konsumen beli paket lagi karena masa berlakunya habis, sisa paket bertambah di paket yang baru.

Selama ini beli paket baru sisa lama hilang, padahal itu hak konsumen. Konsep paket data itu selama paket masih, itu memiki kecepatan akses internet yang sama. Tetapi kenyataannya, paket data yang jumlahnya besar yang memiliki kecepatan akses lebih cepat.

Semestinya ini juga tidak boleh. Kemudian mengenai harga harus diatur pemerintah, dan tidak sesuka hati operator. (tribunjateng/cetak/lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved