Ramadan 2018

Bulan Ramadan, Pertamina Jateng & DIY Tambah Stok BBM 30 Persen

PT Pertamina (persero) terminal BBM Boyolali jamin pasokan bahan bakar minyak di Jateng dan DIY aman jelang Bulan Ramadhan 2018.

Bulan Ramadan, Pertamina Jateng & DIY Tambah Stok BBM 30 Persen
akbar hari mukti

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - PT Pertamina (persero) terminal BBM Boyolali jamin pasokan bahan bakar minyak di Jateng dan DIY aman jelang Bulan Ramadhan 2018.

Kepastian itu diungkapkan Area Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya menjelang bulan puasa tahun ini, Pertamina telah menyiapkan beberapa penambahan stok BBM.

"Di awal puada nanti akan ada penambahan gasoline (premium, pertamax, pertalite maupun gasoil (solar, biosolar) dan elpiji," paparnya.
Ia puj menuturkan, pihaknya pada persiapan menghadapi puasa tahun ini, MOR IV wilayah Jateng & DIY telah mensiagakan tambahan stok sampai 30 persen.

"Atau lebih kurang 14.879 kiloliter dari rata-rata kebutuhan harian," jelasnya.

Disinggung terkait elpiji, Andar menuturkan, penambahan stok dilakukan sebanyak 8 persen. Yakni dari 3.674 metrik ton (MT) menjadi 3.970 MT.

Sementara untuk BBM jenis solar, menurutnya melihat tren sebelumnya, justru ada pengurangan konsumsi hingga 17 persen. Karena di saat tersebut ada pembatasan angkutan barang dan penurunan kegiatan angkutan industri.

"Biasanya kalau sudah dua minggu menjelang Lebaran kegiatan industri menggunakan kendaraan berbahan bakar solar distop," urai dia.

Marketing Branch Manager Pertamina DIY dan Solo, Dody Prasetya menambahkan jika kebutuhan berapapun BBM di Solo raya akan bisa pihaknya atasi. Karena suplai BBM dari kilang Cilacap ke Terminal BBM (TBBM) Boyolali dilakukan melalui pipa.

"Untuk wilayah Soloraya dan sekitarnya, BBM itu disuplai dari Terminal di Boyolali. Jadi kita selalu jaga stok yang ada di TBBM Boyolali," terangnya.

Untuk kebutuhan konsumsi BBM Solo raya tidak termasuk Solar, menurut Dody, mencapai 3.200 kilo liter per hari. Ia yakin ketahanan stok di Boyolali dapat dijaga karena suplai relatif aman.

"Kalau terjadi kendala, kita bisa ambil dari Semarang. Di Semarang kita punya depot yang lumayan besar," paparnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved