Pedagang Minta Pemkot Tegal Libatkan KPK untuk Tuntaskan Kasus Pasar Pagi

Ratusan pedagang menuntut Pemerintah Kota Tegal mengambil hak kepemilikan dan pengelolaan Pasar Pagi yang terus mengalami polemik.

Pedagang Minta Pemkot Tegal Libatkan KPK untuk Tuntaskan Kasus Pasar Pagi
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
aksi demo di depan Balkot Tegal yang berangkat jalan kaki dari Pasar Pagi, Selasa (8/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Ratusan pedagang menuntut Pemerintah Kota Tegal mengambil hak kepemilikan dan pengelolaan Pasar Pagi yang terus mengalami polemik.

Status Pasar Pagi masih dimiliki Investor dari PT Sinar Prima sejak tahun 2009 dan membuat biaya sewa kios kian mahal.

Dalam hal ini, Ketua Paguyuban Pasar Pagi, Krisanto meminta kasus sengketa ini dikirim ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab, ia menilai ada praktik penggelapan dana sejak pihak Pemkot membayar pengganti sebesar Rp.12.65 Miliar untuk mengambil alih namun tak kunjung menemui titik temu.

"Pemkot sudah kami ingatkan berkali-kali. Kami minta PT Sinar Prima mengembalikan pengelolaan sewa ke Pemkot. Karena sudah mendapatkan uang penggantian Rp 12,65 Miliar," tegas Krisanto kepada Tribunjateng.com, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya, uang sebesar Rp 12,6 Miliar merupakan uang penggantian biaya kerjasama dengan PT Sinar Prima.

"Dari hitung-hitungan kami, ada indikasi dugaan kerugian negera sebesar Rp 7 Miliar dari Rp 12,6 Miliar itu. Seperti kasus Pasar Sore kemaren," jelasnya.(*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved