Hari Ini Rakyat Malaysia Memilih Najib atau Mahathir

Apabila Mahatir berhasil, kemenangan oposisi seperti ini merupakan hal tak terbayangkan di Malaysia, yang dalam sejarahnya selama 61 tahun

Hari Ini Rakyat Malaysia Memilih Najib atau Mahathir
getty image
Jutaan warga Malaysia memenuhi bilik-bilik suara dalam Pemilu yang menghadapkan PM Najib Razak dengan mantan pembimbingnya yang berusia 92 tahun, mantan PM Mahathir Mohamad. 

TRIBUNJATENG.COM - Jutaan warga Malaysia memenuhi bilik-bilik suara dalam Pemilu yang menghadapkan PM Najib Razak dengan mantan pembimbingnya yang berusia 92 tahun, mantan PM Mahathir Mohamad.

Keunikannya adalah, Mahathir Mohamad kali ini berada di barisan oposisi 'Pakatan Harapan.' menantang koalisi berkuasa, Barisan Nasional (BN) yang dipimpin PM Najib Razak.

Apabila Mahatir berhasil, kemenangan oposisi seperti ini merupakan hal tak terbayangkan di Malaysia, yang dalam sejarahnya selama 61 tahun, selalu dikuasai Barisan Nasional.

Masalahnya, para pengamat mencemaskan bahwa Pemilu ini tak akan berlangsung adil dan jujur -sebagaimana tudingan saat Mahathir berkuasa juga.

Politik Malaysia sejak kemerdekaan, didominasi oleh koalisi BN dengan partai utamanya, United Malays National Organisation (UMNO: Organisasi Melayu Bersatu Nasional).

Namun koalisi yang dulu sangat kuat itu memudar popularitasnya oleh berbagai skandal.

Pada Pemilu terakhir, 2013, kelompok oposisi mendapatkan perolehan suara bersejarah, dengan memenangkan suara populer terbanyak, namun tak memenangkan kursi yang cukup untuk memerintah.

Segera sesudah itu, pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dijatuhi hukuman penjara lima tahun untuk dakwaan sodomi yang dia tolak dan dituduhnya sebagai langkah kampanye politik hitam.

Mahathir, perdana menteri terlama dalam sejarah negeri itu, sebelumnya adalah sosok tak terpisahkan dari BN, dan mentor Najib. Namun ia meninggalkan UMNO tahun 2016, dan kini memimpin koalisi oposisi Pakatan Harapan.

Saat meninggalkan UMNO, ia mengatakan merasa 'malu' dikaitkan dengan partai yang 'tampak mendukung korupsi.'

Halaman
12
Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved