Jenazah Pria yang Tergantung di Lampu Jalan Tol Dibawa Pulang ke Batang

Jenazah Pria yang Tergantung di Lampu penerangan Jalan Tol Dibawa Pulang ke Desa Kedawung RT 2 RW 1 Batang Jateng

Jenazah Pria yang Tergantung di Lampu Jalan Tol Dibawa Pulang ke Batang
tribunjateng/budi susanto
Jenazah Pria yang Tergantung di Lampu penerangan Jalan Tol Dibawa Pulang ke Desa Kedawung RT 2 RW 1 Batang Jateng 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Seorang remaja berusia belasan tahun hanya termenung di tengah riuhnya kesibukan warga Desa Kedawung RT 2 RW 1 yang sedang mempersiapkan kepulangan jenazah dari Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Anak tersebut bernama Sadiawan (18) yang merupakan putra semata wayang dari Daryoso (38) yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di lampu penerangan Tol Jorr Cijantung Jakarta Selasa (8/5) lalu.

Remaja berumur 18 tahun itu tampak linglung danlemas.

Baca: GEGER Ada Mayat Tergantung di Lampu Penerangan Jalan Tol

Bahkan beberapa warga yang hendak memberikan ucapan bela sungkawa seolah tak digubrisnya.

Kepala Dusun Kedawung Edi Prawito saat ditemui Tribunjateng.com di Kantor Desa Kedawung, mengatakan, Sandiawan terpukul mendengar kabar sang ayah meninggal dunia.

"Usai mendapat kabar ayahnya ia hanya menangis dan diam, diajak berbicara juga tak mau," paparnya.

Edi menerangkan Sandiawan merupakan anak yang aktif di desa, bahkan mengikuti grup drum band Desa Kedawung.

"Mungkin sangat terpukul, karena baru saja lulus dari SMK namun ditinggal sang ayah," imbuhnya.

Terkait insiden yang menimpa Daryoso pihaknya menerangkan tak tahu menahu apa yang mendasari pebuatan tersebut.

"Memang beberapa waktu lalu Daryoso pernah cekcok dengan sang istri Sri Rejeki. Permasalahan tersebut dibawa hingga ke kantor desa. Namun perangkat desa sudah menengahi dan hubungan kembali baik. Permasalahan tersebut juga membuat sang anak tak didampingi saat wisuda kelulusan sekolah," bebernya.

Menurutnya, sosok Daryoso di mata tetangga juga dinilai baik, karena ramah dan tak pernah marah.

"Sangat baik dan ramah orangnya. Sebelum berangkat ke Jakarata Senin lalu Daryoso juga berpamitan ke kantor desa. Ia mengatakan ingin menyusul sang istri yang pergi ke Jakarta Kamis lalu. Selain itu ia juga ingin bekerja di sana," jelasnya.

"Kabar terakhir jenazah sedang dibawa ke Batang oleh saudaranya yang ada di Jakarta. Kalau pemakaman sudah disiapkan di tempat sang kakak yaitu Sodikin, kemungkinan kalau tidak malam ini ya besok pagi jenazah sampai rumah duka," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved