Mobil Harus Repaint? Begini Tips dari Modifikator Agar Tidak Sampai Belang Warna

Konsekuensi yang tidak bisa dihindarkan bagi pemilik kendaraan yakni goresan di bodi mobil.

Mobil Harus Repaint? Begini Tips dari Modifikator Agar Tidak Sampai Belang Warna
ISTIMEWA
Pilih Full repaint cat ulang total 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Konsekuensi yang tidak bisa dihindarkan bagi pemilik kendaraan yakni goresan di bodi mobil.

Sebut saja debu, partikel yang memiliki ukuran kecil tersebut ternyata tajam hingga bisa menimbulkan lecet pada kendaraan.

Apalagi jika kendaraan tersebut digunakan di jalan. kemungkinan kalau tidak ditabrak atau pun menabrak juga pasti adanya.

Entah itu tidak sengaja bergesekan dengan pagar, lecet terkena polisi tidur, ataupun gesekan lain yang menimbulkan 'luka'.

Namun dent atau penyok pada kendaraan tersebut dapat diatasi dengan suatu tindakan yang disebut dengan body repair.

Seorang modifikator, Sindhu Poernomo yang menjelaskannya kepada Tribunjateng.com, Rabu (9/5/2018).

"Untuk mengembalikan kendaraan dalam keadaan hampir normal selepas terlibat kecelakaan yang menimbulkan penyok, bisa dilakukan tindakan body repair," jelasnya.

Akan tetapi langkah ini juga dengan pertimbangan berbagai aspek, laiknya seberapa dalam penyoknya, juga posisinya. Sehingga apakah cukup dengan langkah diperbaiki ataukah butuh ganti.

Selain itu, bahan dari kendaraan juga patut dipertimbangkan baik itu rupa plastik atau plat besi. Kalau bahannya plastik dan ternyata sobek, maka kemungkinan sparepart mobil itu harus diganti karena sudah tidak bisa diperbaiki.

Terdapat dua jenis tindakan dalam body repair yakni spot repair atau sol dan full repair. Biasanya penyok atau lecet yang tidak terlalu dalam dan ukurannya hanya sampai dengan 30 cm dapat diatasi dengan tindakan spot repair. Sedangkan luka yang lebih luas biasanya butuh tindakan full repair.

Selepas diperbaiki, masih terdapat beberapa tahapan lain sebelum dilakukan pengecatan ulang. Sebut saja langkah untuk dempul dan menutup pori-pori atau epoxi. Hal tersebut dituturkan Sindhu agar memperkuat permukaan yang akan diberi warna.

Untuk pewarnaan ulang, biasanya pemilik kendaraan lebih memilih mewarnai ulang body mobil secara utuh agar tidak terjadi belang warna.

"Gunakan clear coat atau vernis dengan kualitas yang bagus, yakni anti UV yang tinggi, hardness, long durability dan scratch resistance untuk proteksi kendaraan," tambahnya.(*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved