Nilai Tukar Rupiah

Rupiah Terus Melemah, Begini Tanggapan Menteri Keuangan

Nilai tukar rupiah kembali terpuruk. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,36 persen menjadi Rp 14.052 per dollar AS

Rupiah Terus Melemah, Begini Tanggapan Menteri Keuangan
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Nilai tukar rupiah kembali terpuruk. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,36 persen menjadi Rp 14.052 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia terdepresiasi 0,57 persen ke level Rp 14.036 per dollar AS. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali terpuruk. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,36 persen menjadi Rp 14.052 per dollar Amerika Serikat (AS). Serupa, kurs tengah rupiah Bank Indonesia terdepresiasi 0,57 persen ke level Rp 14.036 per dollar AS.

Melemahnya nilai tukar rupiah hingga tembus Rp 14 ribu per dollar AS itu terjadi sejak Senin (7/5). Menyikapi hal itu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan, melemahnya nilai rupiah tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Bank Indonesia (BI). Pemerintah, menurut Kalla, akan mendukung apapun upaya intervensi yang dilakukan BI.

"Kita tahu itu adalah tanggung jawab Bank Indonesia. Bank Indonesia bisa intervensi dan pemerintah sepakat," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (8/5) kemarin.
Ditambahkan Kalla, persoalan melemahnya rupiah tersebut sangat bergantung dengan kondisi ekonomi dunia. Jika ekonomi di Amerika Serikat menguat, artinya rupiah melemah.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah akibat situasi pasar yang sedang melakukan penyesuaian terhadap perubahan kebijakan oleh Pemerintah Amerika Serikat. Hal yang akan dilakukan pemerintah untuk menyikapinya adalah dengan terus berkoordinasi menjaga kinerja perekonomian Indonesia tetap baik sambil sama-sama melalui masa penyesuaian ini.

================================
Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kian terpuruk
Kurs spot rupiah kemarin menembus Rp 14.052 per dollar AS
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan akan mendukung apapun yang dilakukan BI untuk intervensi rupiah
================================

"Kami akan terus menjaga perekonomian Indonesia, fondasi kami perkuat, kinerja kami perbaiki, hingga apa yang disebut sentimen market itu relatif bisa netral terhadap Indonesia," kata Sri Mulyani di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (7/5) malam.

Menurut Sri Mulyani, pengelolaan dari sisi fiskal tetap terjaga, dengan defisit transaksi berjalan di bawah batas aman 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), inflasi di kisaran 3,5 persen, serta tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,06 persen untuk kuartal I 2018 yang dinilai masih baik. Ani, sapaannya memastikan, pemerintah akan terus menjaga indikator-indikator tersebut hingga pelaku pasar melihat Indonesia sebagai negara dengan perekonomian yang baik dan stabil.

"Dengan demikian, seluruh adjustment ini bisa dilakukan secara jauh lebih cepat dan tanpa gejolak yang berarti yang akan mengganggu pemulihan ekonomi Indonesia," tambah dia.

APBN Masih Positif

Sedangkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyatakan, meskipun kurs rupiah lebih lemah dari yang diasumsikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), yaitu di level Rp 14 ribu, APBN masih akan tetap positif. Menurutnya, penerimaan yang didapatkan dari APBN masih lebih tinggi dibandingkan pengeluaran akibat penyesuaian kurs, seperti subsidi BBM dan pembayaran utang baik cicilan pokok maupun bunga.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved