Kerusuhan di Mako Brimob

Satu Polisi Disandera Napi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto Mendatangi Mako Brimob

Kendaraan dinas yang ditumpangi Joni melewati barikade penjagaan sekitar pukul 16.15 WIB.

Editor: m nur huda
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Joni Supriyanto menyambangi Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, pasca-insiden keributan antara sejumlah narapidana terorisme dan polisi pada Selasa (8/5/2018) malam. Pantauan Kompas.com, kendaraan dinas yang ditumpangi Joni melewati barikade penjagaan sekitar pukul 16.15 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Joni Supriyanto menyambangi Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, pasca-insiden keributan antara sejumlah narapidana terorisme dan polisi pada Selasa (8/5/2018) malam.

Pantauan Kompas.com, kendaraan dinas yang ditumpangi Joni melewati barikade penjagaan sekitar pukul 16.15 WIB.

Barikade penjagaan tersebut dipasang beberapa puluh meter dari gerbang Mako Brimob. Kendaraan dinas Pangdam Jaya sempat berhenti untuk melapor ke beberapa petugas yang berjaga.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal mengungkapkan bahwa terdapat korban jiwa dalam insiden keributan antara narapidana terorisme dan beberapa polisi di Markas Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5/2018) malam..

Baca: 6 Orang Tewas di Kerusuhan Mako Brimob, 5 di Antaranya Anggota Polisi yang Disandera Napi

Baca: Satu Polisi Masih Disandera para Napi di Mako Brimob

Baca: Rutan Mako Brimob Dikepung Segala Penjuru, Negosiasi dengan Napi Teroris Masih Berlangsung

Menurut Iqbal, lima polisi gugur dan satu narapidana tewas dalam insiden tersebut. Satu narapidana terorisme itu ditembak karena melawan dan merebut senjata petugas.

"Kami sampaikan bahwa kejadian insiden ini memakan korban jiwa. Ada lima rekan kami dan satu dari mereka (narapidana terorisme) terpaksa kami lakukan upaya kepolisian karena melawan dan mengambil senjata petugas," ujar Iqbal saat memberikan keterangan pada awak media yang meliput tak jauh dari gerbang Mako Brimob, Rabu (9/5/2018).

Saat ini, kata Iqbal, enam jenazah sudah di bawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Rekan kami yang gugur saat ini sudah di RS Polri Kramat Jati," kata Iqbal.

Sementara itu, hingga pukul 15.45 WIB masih ada satu anggota polisi yang disandera oleh narapidana terorisme di dalam rutan Mako Brimob.

Namun ia memastikan pihak kepolisian telah mengamankan situasi sehingga tidak akan melebar ke luar area Mako Brimob. Selain itu, proses negosiasi pun masih terus dilakukan.

"Satu rekan kami masih di dalam sedang disandera saat ini di tengah situasi kondusif kami dapat mengamankan situasi dan memblokir tahanan tersebut sehingga tidak melebar keluar. kami terus melakukan negosiasi," ucapnya.

Iqbal menuturkan insiden antara narapidana terorisme dan beberapa polisi berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian.

Keributan tersebut bermula dari penolakan pihak keluarga narapidana terorisme saat polisi hendak memeriksa makanan yang dibawa. Ketika itu pihak keluarga bermaksud menjenguk salah satu narapidana terorisme.

"Bahwa pemicunya adalah hal yang sepele, pemicunya adalah masalah makanan," ujar Iqbal.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved