Breaking News:

Kabar Pahlawan Devisa

Zaenul Curiga Surat Terakhir

Tetapi surat berikutnya berisi kabar tak mengenakkan. Melalui surat itu, Turniati mengeluh mendapat kekerasan dari majikan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
tribunjateng/khoirul muzaki/dok
PARINAH - Parsin (33), warga RT 001 RW 003 Grumbul Glempang, Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Jawa Tengah, menunjukkan foto dan surat dari ibunya, Parinah (50), TKI yang diduga menjadi korban tindak pidana perbudakan modern di Inggris.(KOMPAS.com/Iqbal Fahmi) 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Kepala Desa Petarangan, Banyumas, Zaenul Mustofa mengatakan, Turniati sempat berkirim surat sebanyak tiga kali di awal keberangkatannya ke Kuwait, 2001. Melalui surat itu, ia mengabarkan telah memperoleh majikan.

Tetapi surat berikutnya berisi kabar tak mengenakkan. Melalui surat itu, Turniati mengeluh mendapat kekerasan dari majikan.

Ia pun menaruh harap bisa pulang ke Indonesia. Keluarga mempunyai data nama dan nomor telepon majikan, tetapi susah dihubungi.

Pihak keluarga dan pemerintah desa pun telah melaporkan hilangnya Turniati ke Dinas Tenaga Kerja Banyumas. Mereka berharap Turniati bisa dipulangkan ke Indonesia dan kembali berkumpul dengan keluarga.

"Keluarga ingin Turniati dipulangkan ke Banyumas. Berharap pemerintah bisa membantu memulangkan Turnati," katanya.

Nasib Parinah, TKI dari desa yang sama lebih beruntung. Ia yang sempat hilang kontak dengan keluarga belasan tahun usai dibawa keluarga majikannya, dari Arab Saudi ke London, Inggris, berkirim surat ke kampung halaman, Januari 2018 lalu.

Surat yang menyertakan nomor telepon dan alamat itu sekaligus jadi petunjuk bagi pemerintah untuk melacak keberadaan Parinah. Hingga dia ditemukan dan berhasil dipulangkan ke Indonesia dengan bantuan Kepolisian Inggris. (tribunjateng/cetak/Aqy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved