Modifikasi Truk Keren - Virusnya Merambah ke Daerah-daerah

Merebaknya virus modifikasi di kalangan pecinta otomotif nampaknya juga meracuni para pemilik bengkel di Kabupaten Batang.

Modifikasi Truk Keren - Virusnya Merambah ke Daerah-daerah
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Truk hasil modifikasi bengkel Aries Poetra, Kamis (10/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Merebaknya virus modifikasi di kalangan pecinta otomotif nampaknya juga meracuni para pemilik bengkel di Kabupaten Batang.

Tak hanya modifikasi roda empat berupa mobil sport atupun keluarga, bahkan para pemilik truk tak mau kalah dalam hal mempercantik tunggangannya yang notabene digunakan sebagai kendaraan angkut barang.

Tak jarang para pemilik truk mengeluarkan kocek yang fantastis untuk mempercantik kendaraan mereka.

Diterangkan Arista Putrawan (29) pemilik bengkel modifikasi truk di Clapar Kecamatan Subah Kabupaten Batang, biaya untuk merombak truk berkisar Rp 70 juta hingga Rp 100 juta.

"Tergantung pesanan pemilik, kalau full audio ditambah body kit dan hidrolis di setiap sisi bembernya bisa mencapai Rp 100 juta lebih," ujarnya saat ditemui Tribunjateng.com, Kamis (10/5/2018).

Bengkel Arista yang terletak di Jalan Pantura Sengon-Subah hampir dua tahun selalu dipenuhi oleh truk yang akan dimodifikasi.

"Paling jauh dari Mataram Lombok Nusa Tenggara Barat, ada juga yang dari Sumatra. Baru-baru ini ada yang memesan air suspensi yang akan dibenamkan ke truk," jelasnya.

Untuk merombak total truk, Aris membutuhkan waktu sekitar dua bulan lamanya.

"Karena harus memasang body kit, belum lagi pemasangan hidrolis disetiap sisi bemper dan finising, itu baru bagian eksterior kalau interior biasanya pemilik truk meminta memasang AC dan audio jok juga diganti semi kulit," imbuhnya.

Arista menambahkan selain ketelitian dalam merombak tampilan truk, ia juga memperhatikan kualitas bahan yang digunakan.

"Kami menggunakan kayu merbau untuk bak belakang truk, karena lebih kuat dan memiliki kualitas baik dibanding jenis kayu lainya," tuturnya.

Lewat media sosial Arista memasarkan karyanya dan hampir dua tahun bengkelnya tak pernah sepi dari pecinta modifikasi.

"Selain lewat kenalan, saya aktif di media sosial dan responya luar biasa. Karena dua tahun ini modifikasi truk terbilang ramai tak kalah dengan dunia modifikasi mobil atau sepeda motor," timpalnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved