Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemkab dan Amway Indonesia Bantu 500 Anak Kurang Gizi di Pekalongan

Program 'Nutrilite Power of 5' telah membantu sekitar 500 anak kurang gizi di tujuh kecamatan, di Kabupaten Pekalongan.

Penulis: yayan isro roziki | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/YAYAN/ist
Kepala Bidang kesehatan masyarakat dinkes kabupaten Pekalongan, dr Sutanto Setiabudi, M.kes., Munafah Asip Kholibi ketua Umum PKK dan Pembina kader kesehatan kabupaten Pekalongan, Rossy Hardiningsih, Head of Communication Amway Indonesia, Dr Rita Ramayulis, DCN, M.kes Ahli Gizi , dr Budi Darmoyo M.kes Kepala bidang pemberantasan Penyakit. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Amway Indonesia menindaklanjuti program 'Nutrilite Power of 5', guna pengentasan balita kurang gizi melalui penyuluhan 'Pola Asuh & Nutrisi untuk Anak Sehat dan Cerdas', untuk 300 relawan kesehatan di Kabupaten Pekalongan. Program 'Nutrilite Power of 5' telah membantu sekitar 500 anak kurang gizi di tujuh kecamatan, di Kabupaten Pekalongan.

Program ini dilaksanakan melalui pemberian bubuk vitamin Nutrilite Little Bits yang digerakkan oleh ibu-ibu PKK dan relawan kesehatan, yang diketuai oleh Munafah Asip Kholbihi selaku Ketua Umum PKK dan Pembina Kader Kesehatan.

"Harapan saya, dengan bekerjasama dengan Amway Indonesia, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya ini, bisa menurunkan angka kematian balita melalui pemberian bubuk nutrisi mikro Nutrilite Little Bits pada anak gizi kurang. Sehingga, menjadikan anak-anak balita di Kabupaten Pekalongan sehat lahir dan batin," ujar Munafah Asip Kholbihi saat pembukaan acara penyuluhan yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr. Sutanto Setiabudi, M.Kes, sebagaimana rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (10/5).

Menurut Head of Communication Amway Indonesia, Rossy Hardiningsih, gizi merupakan salah satu permasalahan besar yang dihadapi oleh setiap negara dari tahun ke tahun. Ditambahkan, Amway selaku pemimpin di industri suplemen dan makanan kesehatan merasa terpanggil untuk turut andil dalam membantu pemecahan masalah tersebut.

Dipaparkan, Amway melalui program global 'Nutrilite Power of 5' berinisiatif meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia untuk menyadari pentingnya asupan gizi yang cukup untuk anak usia di bawah lima tahun.

Karena itu, perusahaan ini mengembangkan produk Nutrilite Little Bits, yaitu satu gram bubuk mikronutrisi terdiri dari 15 vitamin dan mineral esensial, serta sejak tahun 2009 telah mendonasikan suplemen nutrisi mikro ke jutaan anak di seluruh dunia.

"Balita paling rentan terhadap masalah malnutrisi yang dimana bila anak di usia lima tahun pertamanya tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, pertumbuhan fisik dan otaknya tidak optimal," kata Rossy. Diterangkannya, setiap anak berhak mendapatkan asupan gizi yang seimbang di masa-masa awal pertumbuhan mereka, yang merupakan bekal untuk kehidupan mereka saat remaja dan dewasa.

Dari hasil pemantauan dan pengukuran terhadap 435 anak menunjukkan adanya peningkatan berat dan tinggi badan di hampir semua anak yang mendapatkan serbuk Nutrilite Little Bits. Data Dinas Kesehatan menunjukan terdapat 414 anak yang mengalami peningkatan perbaikan gizi, 21 turun status gizinya yang disebabkan karena adanya penyakit bawaan yang menyebabkan si anak tidak bisa mengalami perbaikan gizi.

Pemberian asupan gizi yang tepat berkaitan erat dengan pola asuh orang tua. Hal ini menjadi topik utama pada penyuluhan kali ini untuk para relawan kesehatan yang bertugas menularkan pengetahuannya kepada ibu ibu di masyarakat sekitar mereka. "Kurangnya pengetahuan orangtua tentang pentingnya gizi seimbang untuk anak di awal pertumbuhan mereka bisa mengakibatkan anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhannya bahkan menjadi obesitas," ujar Ahli Gizi, Rita Ramayulis DCN, M.Kes, pada penyuluhan bertajuk 'Pola Asuh & Nutrisi untuk Anak Sehat dan Cerdas'.

Rita dalam paparannya menyatakan, gizi ibu yang tidak optimal juga menjadi salah satu penyebab masalah kurang gizi pada balita. Oleh karena itu, setiap ibu harus selalu mengonsumsi makanan yang seimbang gizinya. Apabila sedang dalam masa menyusui, apa yang ibu makan itulah yang akan diberikan kepada bayinya melalui Air Susu Ibu (ASI). "Sedangkan setelah masa menyusui selesai, ibu juga memiliki peranan penting karena ibu lah yang sering membeli dan memasak makanan yang akan disajikan kepada seluruh keluarga," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved