Komisi C DPRD Batang Dorong Pemkab Tata Pasar Lebih Tertib

Komisi C DPRD Batang mendorong Pemkab untuk menata pasar agar lebih tertib.

Komisi C DPRD Batang Dorong Pemkab Tata Pasar Lebih Tertib
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Komisi C DPRD Kabupaten Batang saat melakukan kunjungan kerja di Pasar Batang, Jumat (11/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani.

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Komisi C DPRD Batang mendorong Pemkab untuk menata pasar agar lebih tertib. Penataan pasar terutama dalam hal pemanfaatan kios kosong yang dan tidak terpakai.

Data dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang kurang lebih terdapat 138 kios kosong dengan berbagai macam ukuran mulai dari 2 meter x 2 meter sampai 3 meter x 4 meter, yang rencananya akan dilelang.

"Tentu kami komisi C mendukung terkait lelang kios pasar karena sebagai aset daerah harapannya menambah pendapatan daerah, selain itu pemanfaatan lahan di area pasar juga harus dimaksimalkan seperti di sisi timur pasar yang terlihat masih kosong," tutur Seketaris Komisi C Kukuh Fajar Romadhon selepas kunjungan kerja ke Pasar Batang, Jumat (11/5/2018).

Kukuh menekankan saat lelang kios, Pemkab harus mengutamakan pedagang pasar terlebih dahulu.

"Yang harus di utamakan saat lelang terlebih dahulu untuk pedagang pasar , prioritas berikutnya diberikan ke pedagang di dekat wilayah pasar Batang seperti pedagang yang berada di jalan Pattimura agar mereka dapat berjualan di dalam pasar, setelah itu utamakan pedagang yang ada di wilayah Kecamatan Batang," terangnya.

"Sekarang tinggal menunggu peraturan Bupati. Semoga aset daerah ini segera dapat dilelangkan," tambah Kukuh.

Sementara itu, Kepala Bidang pengeloaan pasar dan PKL Kabupaten Batang, Disperindagkop dan UKM Edi Joko Priyanto mengatakan saat pemindahan Pasar Batang pada 3 Januari lalu semua pedagang sudah tertampung.

Namun masih ada kios yang kosong yaitu terletak di lantai 1 dan 2, mayoritas kios kosong berada di lantai 2
dan rencananya akan disewakan.

Edi mengatakan bahwa saat ini Disperindagkop dan UKM sedang membentuk tim yang akan mengkaji tentang sistem penyewaan sesuai dengan kemendagri Nomor 19 tahun 2016 tentang penggunaan sewa fasilitas agar tidak menabrak aturan.

"Saat ini masih akan dikaji, kemudian hasil kajian akan dilaporkan ke Bupati dan Sekda Batang terkait hasil kajian kios tersebut. Sehabis lebaran kami akan memulai lelang secara terbuka," pungkasnya.(*)

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved