Tribun Community

Komunitas Insmg Bikin Ajang Cari Foto Bersama, Ilham Bisa Pelajari Banyak Genre Fotografi

Komunitas ini mengajak peminat fotografi, berburu foto bersama, berbagi ilmu fotografi, dan memperkuat persaudaraan.

Komunitas Insmg Bikin Ajang Cari Foto Bersama, Ilham Bisa Pelajari Banyak Genre Fotografi
Tribun Jateng

TRIBUNJATENG.COM -  Sebuah kebanggaan masuk komunitas fotografi tentunya bila karya foto mendapat apresiasi dari sesama anggota. Namun, bukan itu yang dicari dalam komunitas Infinite Semarang (Insmg).

Komunitas ini mengajak peminat fotografi, berburu foto bersama, berbagi ilmu fotografi, dan memperkuat persaudaraan.

Bergabung di komunitas Infinite Semarang (Insmg), Muhammad Ilham menangkap momen paling berkesan saat gathering awal tahun kemarin. Di ajang itu, anggota komunitas saling membaur, bahkan dengan para pengurus atau biasa disebut admin. Komunitas ini berbasis media sosial Instagram. Foto-foto karya anggota komunitas diunggah dan diberi apresiasi.

Ilham menilai sisi kekeluargaan dan kekompakan sangat terasa,serta tidak ada seperti kesenjangan diantara semuanya. Meskipun berstatus admin, mereka juga sama-sama belajar, saling berbagi ilmu, dan mendapatkan pengetahuan baru, berkaitan dengan fotografi tentunya.

Komunitas Insmg ini memang masih sangat baru. Ilham mengatakan sudah bergabung sejak Oktober tahun lalu. Sebelumnya anggota komunitas ini bernaung di Instanusantara Semarang. Namun, karena suatu alasan, anggotanya mendirikan komunitas baru Insmg ini.

“Manfaat lain setelah bergabung di komunitas ini, bukan hanya sekadar mendapatkan ilmu baru, tapi juga sekarang ada teman ketika ingin hunting foto.

Karena dengan adanya teman saat hunting foto ilmu bertambah, dan membuat kita tidak terpaku dalam genre foto yang kita suka, tapi diajak mencoba genre-genre lainnya,” tuturnya pada Tribun Jateng, beberapa waktu lalu.

Ilham yang masih berstatus mahasiswa ini menjelaskan, acara kumpul-kumpul di komunitas ini dinamakan JJ (Jeng-jeng). Waktu pelaksaan biasanya satu atau dua minggu sekali setiap bulannya.

Kegiatannya berupa tantangan (challenge) untuk anggota komunitas. Mereka harus menghasilkan karya di setiap ajang Jeng-jeng dengan tema yang sudah ditentukan. Selain challenge, juga ada admin yang selalu keliling, untuk memberikan tips and trick dari challenge yang diminta tersebut.

“Saya merasa senang bergabung di sini, karena ilmunya tidak hanya satu genre fotografi. Ada banyak dan bisa dibilang lengkap. Walau masih ada beberapa genre yang jarang tersentuh, seperti fotografi still life toys. Kami di Insmg bertemu banyak teman, dan uniknya di sini beragam genre, jadi bisa saling sharing kekuatan dan kelemahan masing-masing. Harapannya komunitas ini semakin guyub, dan lebih akrab lagi dengan seluruh anggotanya,” jelasnya.

Bagi Ilham, ia mengaku tidak memiliki bakat fotografi. Hanya saja, saat SMP, ia pernah menyukai kegiatan fotografi, lalu berhenti. Saat kuliah ini, ia melanjutkan lagi hobinya itu.

“Sebenarnya, memotret secara autodidak terkadang memang jalan yang baik untuk ditempuh, karena kita akan fokus dengan apa yang kita suka. Tetapi keberadaan komunitas menawarkan, kalau hasil autodidak, perlu penilaian dan masukan dari orang lain. Tujuannya untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya,” katanya.

Admin Insmg, David Fajar mengatakan, hal yang paling berkesan selama bergabung di komunitas ini, bisa belajar bersama teman-teman yang lain tentang fotografi. Sehingga dampaknya mendapatkan banyak ilmu, selain itu juga menambah teman. Di sini, semua anggota bisa berbagi teknik memotret dan genre dalam fotografi.

“Harapan saya ke depannya, komunitas Insmg ini semakin eksis. Orang-orang semakin tahu tentang Insmg itu komunitas yang seperti apa. Semakin banyak yang berminat untuk bergabung dan belajar bersama tentang dunia fotografi,” pungkasnya. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved