FOCUS

Tagar KamiTidakTakut

Berbagai seruan dengan tanda tagar menjadi trending topik lini massa media sosial Twitter menanggapi tragedi ledakan bom bunuh diri

Tagar KamiTidakTakut
tribunjateng/bram
ARIEF NOVIANTO Wartawan Tribun Jateng 

Tajuk ditulis oleh Wartawan Tribun Jateng, Arief Novianto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbagai seruan dengan tanda tagar menjadi trending topik lini massa media sosial Twitter menanggapi tragedi ledakan bom bunuh diri yang menimpa sejumlah gereja di Surabaya, Jatim, Minggu (13/5).

Hingga petang kemarin, seruan yang menjadi topik populer terkait dengan aksi terorisme itu antara lain #BersatuLawanTerorisme, #TumpasTerusTerorisme, PrayForIndonesia, #DukaBangsa, dan #KamiTidakTakut.

Masih banyak lagi seruan dari berbagai kalangan yang mengutuk kebrutalan teroris saat pelaksanaan ibadah jemaat Kristen dan Katolik di Kota Pahlawan itu. Intinya adalah memerangi kelompok radikal itu di Indonesia.

Seperti diketahui, bom bunuh diri pertama meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercelah di Jalan Ngagel Madya Utara pada pukul 06.30. Bom kedua meledak di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro sekitar pukul 07.15, dan ketiga di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno pada pukul 07.33.

Hingga petang kemarin, polisi menginformasikan sebanyak 13 orang tewas dan 41 orang lain mengalami luka-luka akibat ledakan tiga gereja di Surabaya tersebut.

Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj mengecam ledakan bom gereja Surabaya. Ia mengatakan, terorisme tak bisa dibenarkan apa pun alasannya, terlebih bila mengatasnamakan agama sebagai motifnya.

"Kekerasan bukanlah ciri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Islam mengutuk segala bentuk kekerasan. Bahkan, tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan," katanya.

Presiden Jokowi mengecam tindakan teror bom yang mengguncang tiga gereja di Surabaya. "Hari ini (kemarin-Red) ada teror. Ini di luar batas kemanusiaan," kata Jokowi.

Yang membuat Jokowi lebih miris, pelaku serangan itu juga mengajak dua anak kecil. Menurut dia, terorisme adalah kejahatan yang tidak ada kaitannya dengan agama.

Menurutnya, kejadian ini merupakan duka bangsa dengan banyaknya jatuh korban. "Usut tuntas semua jaringan pelaku teroris. Tumpas hingga akar-akarnya," tegas Jokowi.

Yah, saya sendiri sampai tak habis pikir dengan tidakan teroris menebar kebencian dengan aksinya yang merenggut banyak korban. Bahkan, seorang teman sampai berujar, "hewan macam apa yang tega mengebom tempat peribadatan?"

Bagi saya, aksi terorisme sungguh merupakan kekejian yang harus segera ditumpas bagaimanapun caranya. Terlebih, kebrutalan itu terjadi di Indonesia yang sarat keberagaman, dengan banyaknya nilai-nilai luhur bangsa yang menjadi landasan hidup bernegara.

Tragedi kemanusiaan kali ini tampaknya benar-benar harus menggugah kesadaran kita untuk sejenak melupakan berbagai perbedaan, serta bersatu melawan segala bentuk teror untuk Indonesia yang lebih baik.

Menciptakan ketakutan di tengah masyarakat adalah bagian dari teror dan tujuan teroris. Maka benar jika kita harus menyerukan #KamiTidakTakut. (Tribunjateng/cetak/Arief Novianto)

Penulis: arief novianto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved