Teror Bom Surabaya

Anton Siapkan Bom Begitu Tahu Dita Tewas, Ini Dia Jatidiri Para Pengebom

Sebelum tewas Anton tengah menyiapkan bom setelah mengetahui Dita tewas dalam serangan bom bunuh diri

Anton Siapkan Bom Begitu Tahu Dita Tewas, Ini Dia Jatidiri Para Pengebom
cctv
Bom meledak di Mapolrestabes Surabaya 

TRIBUNJATENG.COM - Pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13), mulai terkuak jati dirinya. Dita Oeprianto yang mengajak istri dan empat anaknya melakukan pengeboman, bersahabat dengan pengebom lainnya, Anton Febrianto.

Anton bersama sang istri, Puspitasari, dan seorang anaknya, tewas seusai bom yang tengah dirakitnya mendadak meledak, Minggu malam. Ledakan terjadi di tempat tinggal mereka, Rusunawa Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Baca: Pelaku Bom Polrestabes Surabaya Tinggalkan Utang Belasan Juta, Untuk Ini

Baca: Kisah Anak Anton yang Selamatkan 2 Adiknya dari Bom, Tolak Doktrin, Pilih Tinggal Dengan Nenek

"Anton ini teman dekat Dita," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Polda Jatim, Surabaya, Senin (14/5/2018). Keduanya pernah berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tulungagung pada 2016 lalu.

======== Pakai Dua Sepeda Motor==============

BOM yang meledak di gerbang masuk Polrestabes Surabaya, Senin (14/5), dipastikan bom bunuh diri. Dalam peristiwa ini ada empat orang tewas. Ada empat polisi dan enam warga masyarakat menderita luka-luka
Berikut kronologinya:
* Pk 08.50: Dua sepeda motor yang membawa lima orang (satu masih anak-anak) menuju tempat pemeriksaan gerbang masuk Polrestabes Surabaya.
* Motor terdiri dari motor bebek L 5539 G dan motor skutik L 6629 MF
* Saat petugas menghentikan mereka, mendadak bom lalu meledak. Lima orang (sekeluarga) di sepeda motor itu terpental. Begitu juga beberapa petugas pos jaga.
* Bom meledak dua kali dalam tempo hampir berbarengan. Kemungkinan besar, masing-masing motor membawa bom.
* Sebanyak 4 orang teroris tewas di tempat. Sedangkan anak kecil menderita luka-luka.
* Polisi yang terluka adalah Bripda M Maufan, Bripka Rendra, Aipda Umar, dan Briptu Dimas Indra.
* Bom juga melukai warga sekitar, yakni Atik Budi Setia Rahayu, Raden Aidi Ramadhan, Ari Hartono, Ainur Rofiq, Ratih Atri Rahma, dan Eli Hamidah.
* Ledakan merusak mobil hitam W 1886 AZ. Kaca bagian samping mobil pecah. Bodi mobil rusak akibat serpihan bom.
=====================================

Tito menambahkan, sebelum tewas Anton tengah menyiapkan bom setelah mengetahui Dita (pimpinan Jemaah Ansarut Daulah Surabaya) tewas dalam serangan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta, Jl Arjuna, Surabaya.

Dita juga sempat kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Unarr) Surabaya namun tidak sampai lulus.

Rektor Unair, Prof Moh Nasih mengungkapkan Dita sempat menjadi mahasiswa Diploma 3 Program Studi Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi, Unair. Nasih menambahkan Dita drop out (DO) dari program tersebut dan hanya menempuh 47 SKS, indeks prestasi kumulatif (IPK) hanya 1,47.

Selain itu, Dita tidak pernah aktif di kegiatan organisasi mahasiswa, baik di Senat Mahasiswa maupun unit kegiatan mahasiswa, termasuk kelompok kajian di masjid kampus. "Jadi, sangat tidak relevan jika publik mengkaitkan perilaku teror bom Surabaya dengan institusi Unair," tegasnya.

Keluarga Dita dan Puji Kuswati bukan dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Mereka tinggal di kawasan perumahan klas menengah, Perumahan Wisma Indah di Jalan Wonorejo Asri XI Blok K Nomor 22, Surabaya.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved