Ki Enthus Susmono Meninggal Dunia
KENAPA Endah Laras Biasa Menyapa Enthus dengan Sebutan Bos?
Enthus Susmono dikenal dengan panggilan Abah. Namun, penyanyi keroncong asal Solo, Endah Laras kerap memanggilnya Bos.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI- Enthus Susmono dikenal dengan panggilan Abah. Namun, penyanyi keroncong asal Solo, Endah Laras kerap memanggilnya Bos.
Penyanyi yang kerap melantunkan lagu- lagu keroncong dan berbahasa Jawa itu mendatangi rumah duka untuk bertakziah di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Selasa (15/5/2018).

Endah menuturkan, Enthus merupakan dalang yang penuh inovatif dan nyentrik.
Enthus pernah mengajarinya bagaimana bernyanyi saat jadi sinden.
"Bos (Enthus) itu penuh inovasi. Dia mengajari secara detail teknik vokal dalam bernyanyi saat nyinden," kata Endah.
Enthus tidak mengkotak- kotakan bahwa Endah harus bisa bernyanyi tradisional ataupun Jawa.
Ia mengajari bagaimana bernyanyi dalam sinden dengan tidak berpatok pada aturan- aturan baku yang telah ada sebelumnya.
"Dia membebaskan saya dan memberikan ruang gerak untuk tidak hanya menyinden Jawa. Tapi juga semua gaya dari Nusantara ini. Karena basic saya choir (paduan suara), suara apapun bisa dipakai saat menyinden sesuai bimbingan Bos," ujarnya.
Dia menuturkan Enthus merupakan pribadi yang tegas, disiplin, dan tidak meninggalkan rasa welas asih.
Kakak dari penyanyi cantik Sruti Respati itu menuturkan, terakhir tampil bersama dengan Enthus pada 2017 lalu, saat mengisi acara ramadan di stasiun televisi swasta nasional.
Endah mengaku berduka dengan meninggalnya Enthus. Sebab, dia belajar berkesenian dengan Enthus sejak 2006 hingga 2012.
"Saya merasa kehilangan. Sosok seorang guru yang menggembleng saya. Sosok yang care dengan seluruh sindennya," ujarnya.
Karena jasa Enthus juga, Endah bisa tampil di luar negeri.
"Beliau pertamakali yang mengajak saya mentas ke Perancis, Belgia dan Hongkong. Beliau yang pertama memberikan kesempatan kepada saya," ucapnya.
Enthus menghirup napas terakhir di RSUD Soeselo Slawi Kabupaten Tegal setelah terkena komplikasi penyakit dan serangan jantung pada Senin (14/5/2018) sekitar pukul 19.10 WIB. (*)