Teror Bom Surabaya

Pengamanan Mapolda dan Polres-Polres di Jateng Diperketat

Kapolda Jateng Irjen Pol Chondro Kirono mengatakan tidak ada pemetaan khusus terkait informasi adanya pelaku teroris

Pengamanan Mapolda dan Polres-Polres di Jateng Diperketat
tribunjateng/humas polres jepara
Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kapolda Jateng Irjen Pol Chondro Kirono mengatakan tidak ada pemetaan khusus terkait informasi adanya pelaku teroris yang berasal dari Jawa Tengah.

Tidak hanya fokus di satu daerah saja, misalkan di Semarang, Solo saja, namun dilakukan secara menyeluruh di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Suasana penjagaan ketat diberlakukan di Mapolda Jateng, 14 Mei 2018
Suasana penjagaan ketat diberlakukan di Mapolda Jateng, 14 Mei 2018 (tribunjateng/hesty imaniar)

“Setiap ada pelaku yang berasal dari Jawa Tengah, dari Polres dan anggota kami, juga harus mendatangi keluarga korban, kita ambil mapping, profilling yang bersangkutan, mulai dari keberadaan yang bersangkutan, sehingga semuanya termonitor dengan baik,” katanya, di kantor Polda Jateng, di Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (14/5).

Kapolda mengatakan setelah kejadian di Surabaya, polisi di Jateng siaga satu. Polisi melakukan antisipasi dengan menggelar razia di beberapa titik. Kapolda Jateng menegaskan kondisi Jateng masih aman.

Peningkatan penjagaan markas Polrestabes Semarang diterapkan sejak Minggu (13/5/2018)
Peningkatan penjagaan markas Polrestabes Semarang diterapkan sejak Minggu (13/5/2018) (tribunjateng/hesty imaniar)

Mapolrestabes Dijaga Ketat

Tidak hanya kantor Polda Jateng, penjagaan ketat juga dilakukan di kantor Mapolrestabes Semarang.

Jajaran kepolisian menerapkan standar baru pengamanan markas, paska serangan bom beruntun di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Selain menempatkan polisi bersenjata di pos penjagaan depan, pengunjung yang hendak masuk markas diminta memperlihatkan barang bawaannya.

"Untuk penjagaan ini, kita ambil jarak 10 meter, anggota siaga dan pengunjung yang membawa tas diminta membuka tasnya sendiri untuk diperlihatkan. Baru kemudian pemeriksaan mendekat, lebih detail termasuk identitas," kata Kabag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaqi, Senin (14/5).

Polresta Surakarta perketat penjagaan dan tingkatkan kewaspadaan, tamu-tamu diperiksa, Senin (14/5/2018).
Polresta Surakarta perketat penjagaan dan tingkatkan kewaspadaan, tamu-tamu diperiksa, Senin (14/5/2018). (tribunjateng/akbar hari mukti)

Peningkatan eskalasi penjagaan markas sudah diterapkan sejak Minggu (13/5) usai serangan bom teror bunuh diri, di tiga gereja di Surabaya.

Halaman
12
Penulis: hesty imaniar
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved