Teror Bom Surabaya

Istri dan Anak Teguh Ikut Ditangkap, Warga Dengar Suara Tembakan Berkali-kali

Bunyi sejumlah tembakan mengejutkan warga kawasan Jalan Sikatan 4, Manukan Kulon, Surabaya, Selasa (15/5).

Istri dan Anak Teguh Ikut Ditangkap, Warga Dengar Suara Tembakan Berkali-kali
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
PENGGELEDAHAN - Polisi berjaga saat proses pengeledahan rumah terduga teroris di Jalan Kapi Sraba, Perumahan Sawojajar 2, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (14/5/2018). Penggeledahan rumah ini dilakukan Polisi paska ditangkapnya seorang wanita berinisial SR (49) dalam kasus serangan teror bom di Surabaya. SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Bunyi sejumlah tembakan mengejutkan warga kawasan Jalan Sikatan 4, Manukan Kulon, Surabaya, menjelang magrib, Selasa (15/5). Tembakan tersebut berasal tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror ketika meringkus terduga teroris bernama Teguh.

Teguh tewas ditembak karena diduga keras membawa bom. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mengera menjelaskan, terduga teroris itu disergap di rumah kontrakannya.

"Lokasi rumah kontrakan di kawasan padat penduduk. Kawasan itu sempat ditutup sementara," jelas Barung, Selasa malam.

Dalam operasi penangkapan itu, kata Barung, tim Densus 88 tak mau ambil risiko. Alasannya, sang buron menguasai bom dan barang berbahaya lainnya. "Yang sudah tewas saja menyimpan bom, apalagi ini masih hidup," katanya.

Polisi juga mengamankan Yanti, istri Teguh, dan tiga orang anaknya. Keluarga itu mengontrak rumah di Jalan Sikatan 4/6A, perumahan padat penduduk.

Dwi, tetangga pasangan suami istri itu, menyebut Teguh memiliki tiga anak. "Keseharian mereka dagang makanan. Sudah sekitar dua tahun tinggal di sini," kata Dwi.

Dwi sering berkomunikasi dengan keluarga itu. Namun, ia tak melihat ada yang mencurigakan.

Menurut Dwi, mereka berpenampilan wajar. Tak pernah juga ia mendengar keluarga tersebut membicarakan hal berbau radikalisme. "Saya kaget juga dengan kejadian ini," ujarnya.

Saksi mata di lokasi penggerebekan mengaku melihat beberapa anak-anak diangkut oleh polisi setelah terdengar tembakan. "Anak-anak itu ada yang digendong, ada yang dituntun," kata Joko, warga sekitar.

Joko berada sekitar 100 meter dari lokasi kejadian ketika terjadi penembakan. Ia langsung lari melihat ke sumber suara.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved