Petugas Gabungan Sterilisasi Tujuh Tempat Ibadah di Salatiga

petugas kepolisian menyisir enam gereja dan satu kelenteng bekerja sama dengan TNI dan Satpol PP.

Petugas Gabungan Sterilisasi Tujuh Tempat Ibadah di Salatiga
TRIBUN JATENG/PONCO WIYONO
Petugas Gabungan Sterilisasi Tujuh Tempat Ibadah di Salatiga 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Adanya aksi teroris dengan serangan bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya membuat Kepolisian Resor Kota Salatiga terpanggil untuk melakukan pencegahan dini agar kejadian serupa tidak terjadi.

Selain mengimbau masyarakat agar tetap waspada, pada Rabu (16/5/2018) petugas kepolisian menyisir enam gereja dan satu kelenteng bekerja sama dengan TNI dan Satpol PP.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, menghangatnya tensi dalam kehidupan beragama di Indonesia beberapa hari terakhir harus disikapi dengan tenang namun diiringi kewaspadaan.

"Kami bersama TNI dan Satpol PP selalu siap dan mengutamakan perlindungan masyarakat, itulah mengapa kegiatan ini digelar. Selain itu bulan puasa juga sudah menjelang, jadi kami berharap umat muslim bisa menjalankan ibadahnya dengan lancar dan tanpa gangguan," jelas Yimmy.

Gereja yang disisir antara lain Santo Paulus Miki Jl DIponegoro, GPIB Siloam di Jl Ahmad Yani, gereja Kristus Raja Semesta di Tegalrejo, gereja Bethel Indonesia di Pasar Sapi, dan gereja Efrata di Jl Brigjen Sudiarto.

Dalam pengecekan keadaan di tempat-tempat ibadah tersebut tidak ditemui satu pun sesuatu yang mecurigakan. Yimmy melanjutkan pihaknya sejauh ini juga terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah dan polres-polres sekitar Salatiga.

"Kami tetap butuh informasi mengenai adanya warga masyarakat yang baru pindah. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada masalah atau hal yang mengkhawatirkan," tuturnya.

Meski aparat menyatakan kesiapannya, keterlibatan masyarakat dalam pegamanan lingkungan dikatakan Yimmy juga penting. Maka dari itu sistem pengamanan lingkungan dari dan untuk masyarakat yang selama ini sudah ada diminta Kapolres agar terus dipertahankan.

"Seperti siskamling, itu perlu, kami juga meminta masyarakat segera melaporkan jika ada temuan yang mencurigakan atau mengkhawatirkan," pintanya.(*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved