Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kabar Pahlawan Devisa

Angka TKI dan Pencari Kerja di Kabupaten Batang Masih Tinggi

Awal 2018 Hongkong merupakan negara tujuan bagi masyarakat Batang yang akan menjadi TKI. Pasalnya ada 106 orang dari keselurahan

Penulis: budi susanto | Editor: iswidodo
tribunjateng/budi susanto
Para pencari kerja sedang mempersiapkan berkas-berkas di Kantor Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Batang, Kamis (16/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Kateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tingginya angka pencari kerja ke beberapa negara menjadi permasalahan di berbagai daerah.

Tak terkecuali di Kabupaten Batang, bahkan di 2017 ada 988 orang yang bekerja menjadi TKI di luar negeri. Sedangkan awal tahun 2018 hingga menginjak bulan Mei tercatat 386 orang yang menjadi TKI.

Negara-negara di Asia masih menjadi tujuan para TKI untuk mencari keberuntungan.

Awal 2018 Hongkong merupakan negara tujuan bagi masyarakat Batang yang akan menjadi TKI.

Pasalnya ada 106 orang dari keselurahan warga Batang yang akan berangkat ke negara tersebut.

Dikatakan Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Batang, Suparmin. Angka tersebut harus ditekan agar masyarakat tidak berangkat ke luar negeri.

"Dengan pelatihan-pelatihan kami harap bisa menjawab tantangan jaman. Ditambah lagi pihak SMK baik negeri atau swasta haru benar-benar mencetak anak didik yang matang dan siap bertarung di dunia kerja," ujarnya saat ditemui Tribunjateng.com di Kantornya, Rabu (17/5/2018).

Selain mendukung langkah di sektor pendidikan dengan menciptakan lulusan siap saing, pihakmya berharap adanya penambahan praktek lapangan untuk para murid.

"Memang SMK beda dengan SMA yang notabene lebih banyak praktek lapangan, namun hal tersebut harus lebih digenjot lagi untuk mengembangkan dan memajukan perekonomian tidak harus melalui TKI," paparnya.

Suparmin menambahkan para lulusan baru harus siap di dunia kerja karena semakin banyak pesaing.

"Dari Januari hingga Mei jumlah pencari kerja di Kabupaten Batang ada 993 sedangkan untuk lowongan hanya ada 477 hampir separuhnya, maka daei itu pemernitah bergerak cepat untuk mengatasi permasalahan pencari kerja baik TKI maupun yang yang akan ke luar daerah dengan mencetak 1000 wirausahawan baru. Semoga saja bisa mengurangi angka pencari kerja dan TKI dari Kabupaten Batang," timpalnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved