Pilgub Jateng

Ida Nilai Ibu Punya Peran Penting dalam Cegah Radikalisme

"Misal, anak-anak bertanya ini meledakkan bom itu jihad atau bukan? Ibunya mengatakan tidak, maka tidak akan terjadi

Ida Nilai Ibu Punya Peran Penting dalam Cegah Radikalisme
tribunjateng/daniel ari purnomo/ist
Ida Fauziyah memberikan ceramah dalam pengajian di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Pegadan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Selasa (15/5). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Calon Wakil Gubernur Jateng nomor urut dua, Ida Fauziyah menilai, sosok ibu memiliki peran penting dalam mencegah paham radikalisme. Menurut Ida, sosok ibu menjadi tempat bertanya para putra-putrinya.

"Misal, anak-anak bertanya ini meledakkan bom itu jihad atau bukan? Ibunya mengatakan tidak, maka tidak akan terjadi adanya kejadian-kejadian satu keluarga melakukan aksi bom," ujar Ida, saat memberikan ceramah dalam pengajian di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Pegadan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Selasa (15/5).

Pengajian rutin tiap pekan itu diikuti ratusan kaum perempuan dari masyarakat sekitar pesantren. "Kalau bapaknya radikal, ibunya lurus-lurus saja, dan bisa mengingatkan bapak, maupun anak-anaknya maka akan selamat dari paham-paham itu," kata Ida.

Dia menegaskan, sangat penting membangun sebuah keluarga yang maslahat, yakni tidak sekadar sakinah, mawaddah, warahmah, lebih dari itu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. "Jika keluarga maslahah, akan berimbas pada lingkungan sekitar. Kemudian berlanjut ke lingkup yang lebih luas lagi, yakni negara Indonesia ini," tuturnya.

Mantan Ketua Umum Fatayat NU ini mengakui, seorang ibu atau istri harus patuh pada suami. Hanya saja, menurut Ida, perintah itu tidak wajib diikuti jika perintahnya adalah mengajak pada hal-hal yang tidak baik.

"Semua memang berkewajiban menyampaikan amar makruf nahi munkar, yakni mengajak yang baik dan mencegah kemungkaran. Namun semua itu harus disampaikan dengan makruf atau cara baik pula," terangnya.

Ida pun menegaskan, aksi pelaku teror yang melibatkan istri dan anak-anaknya tersebut merupakan tindakan biadab. "Manusia tidak seperti itu. Itu juga bukan ajaran Islam. Agama Islam tidak seperti itu," tegasnya.

Pendamping Sudirman Said dalam Pilgub Jateng ini menyatakan negara Indonesia ini terbangun dari keberagaman. "Satu dengan yang lain harus saling menghormati meski berbeda agama," paparnya.

Seusai dari Pekalongan, Ida menuju ke Pendapa Pemkab Tegal untuk melayat mendiang Bupati Tegal nonaktif, Ki Enthus Susmono. "Semoga almarhum diberi tempat terbaik di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tandasnya. (tribunjateng/cetak/dna)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved