Ki Enthus Susmono Meninggal Dunia
Juli Nanti Ki Enthus akan Syuting Film Semedo, Tapi Ternyata Tuhan telah Memanggilnya
Wicaksono Wisnu Legowo, Sutradara Film Turah, menginformasikan telah mengajak Ki Enthus Susmono menjadi pemain Film Semedo
Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM - Wicaksono Wisnu Legowo, Sutradara Film Turah, menginformasikan telah mengajak Ki Enthus Susmono menjadi pemain Film Semedo pada bulan Juli 2018 mendatang.
Film Semedo ini mengisahkan tentang kearifan lokal yang ada di Desa Semedo, selain itu, Wisnu juga tentu akan memasukkan nilai moral yang sarat seperti pada Film Turah.
Mendengar kabar kepergian Ki Enthus Susmono pada Senin (14/5/2018) sekitar pukul 19.15 WIB, Wisnu sempat kaget.
"Ini sudah kehendak yang punya hidup. Untuk kelanjutan bagaimana Film Semedo ini nanti dulu lah, sebab memang ide ini sudah ada sejak 2009 dan Om Enthus baru bisa klik waktunya Juli 2018," terang Wisnu.
Banyak hal yang membekas di memori Sutradara Film Turah ini mengenai Enthus Susmono.
Wisnu bahkan mengaku banyak belajar bagaimana cara Enthus terus belajar dan menggali ilmu kehidupan.
Hal tersebut diungkapkan oleh sutradara terbaik ASEAN Film Award 2017, Wicaksono Wisnu Legowo kepada Tribunjateng.com, Kamis (17/5/2018).
"Om Enthus bakal main di film Semedo bersama beberapa pejabat Pemkab Tegal Juli mendatang. Saya tidak menyangka Om akan dipanggil secepat ini," tutur Wicaksono Wisnu Legawa.
Ia sejak kecil telah akrab dengan sosok Enthus Susmono. Pasalnya, Yono Daryono, ayahanda Wisnu menjadi sahabat kental Enthus dan sering berdiskusi di kediaman Yono Daryono di Siwalan Kota Tegal.
"Film cikal bakal Turah yakni Kisun Kisut mengambil lokasi syuting di rumah Om Enthus Susmono di Bengle pada 2009, tepatnya di Sanggar Satria Laras lokasi di mana beliau dimakamkan," jelas Wisnu.
Ia menambahkan jika sudah sejak lama ingin mengajak Enthus Susmono bermain film, namun baru bisa mendapat waktu pas Juli 2018 mendatang.
"Gusti Allah berpendapat lain. Saya berterima kasih kepada Om Enthus yang sudah menunjukkan bahwa melalui kejujuran dan karakter yang apa adanya, kesenian ternyata bisa dinikmati oleh siapa pun, tanpa terkecuali. Saya bangga betul dengan Om Enthus. Doa saya, mudah-mudahan Om Enthus khusnul khotimah," terang Wicaksono Wisnu Legowo.
Melalui Film Turah, Wicaksono Wisnu Legowo mendapatkan berbagai penghargaan internasional dan nasional beberapa di antaranya yakni Geber Award 2016, Netpac Award dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2016, Asian Feature Film Special Mention dalam Singapore International Film Festival 2016, Film Turah juga mewakili Indonesia di Piala Oscar ke-90 dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik.
"Saya terakhir bertemu Enthus Susmono ya di hari nikahan saya pada 4 Februari lalu, waktu itu ia menjadi ular-ular temanten, istilahnya Om Enthus ini menjadi Wakil dari tuan rumah," jelas Wicaksono Wisnu Legowo. (*)