Racun Transparan Jadi Lagu Terakhir KH Bukhori untuk Nasidaria

Ulama sekaligus seniman, KH Bukhori Masruri, telah berpulang. Pencipta lagu kasidah bagi grup musik legendaris Nasidaria

Racun Transparan Jadi Lagu Terakhir KH Bukhori untuk Nasidaria
youtube
Ulama sekaligus seniman, KH Bukhori Masruri, telah berpulang. Pencipta lagu kasidah bagi grup musik legendaris Nasidaria, sekaligus mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng itu menghadap sang pencipta pada usia 77 tahun, di RS Sultan Agung Semarang, Kamis (17/5), sekitar pukul 08.30. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ulama sekaligus seniman, KH Bukhori Masruri, telah berpulang. Pencipta lagu kasidah bagi grup musik legendaris Nasidaria, sekaligus mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng itu menghadap sang pencipta pada usia 77 tahun, di RS Sultan Agung Semarang, Kamis (17/5), sekitar pukul 08.30.

Suasana haru menyelimuti rumah duka di Perumahan Bumi Wanamukti Blok F3 No.5, RT 04 RW 05, Sambiroto, Tembalang, Semarang, siang kemarin. Keluarga dan ratusan pelayat mengantarkan jenazah hingga peristirahatan terakhir di Sasonoloyo Sambiroto.

Beberapa orang penting di provinsi ini tampak ikut melayat, yakni mantan Gubernur Jateng Ali Mufiz, Ketua MUI Jateng Ahmad Daroji, Ketua DPW PPP Masruhan Syamsuri, Rois Syuriah PCNU Kota Semarang KH Hanif Ismail, Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan personel Nasidaria.

Baca: Ganjar Sebut Lagu Ciptaan Kiai Bukhori Masih Dibutuhkan Hingga Saat Ini

Baca: Ratusan Pelayat Hadiri Pelepasan Jenazah KH Bukhori Masruri di Bumi Wanamukti

Baca: Pesan KH Bukhori: Jika Ada Beda Kehendak Bapak dan Ibu, Turuti Ibumu

"Semoga amalan bapak diterima Allah SWT. Ada satu pesan bapak yang tidak bisa saya lupakan. Bapak selalu berpesan untuk mengutamakan ibu. Jika ada selisih kehendak antara bapak dan ibu untuk anak-anaknya, bapak berpesan turuti ibumu," jelas Ahmad Ali Haidar, anak pertama dari KH Bukhori Masruri.

Menurut dia, ayahnya masuk rumah sakit pada Rabu (16/5). Tidak ada firasat apapun sebelum Bukhori meninggal. "Waktu itu mau saya ajak ke rumah sakit beliau tidak mau. Beliau pasti bilang 'aku tak neng omah ae' (saya di rumah saja-Red)," paparnya.

Haidar menuturkan, Bukhori meninggal karena mengidap jantung bocor yang dideritanya cukup lama. Kondisi ayahnya itu terus melemah sejak Jumat (11/5)

"Waktu itu pagi-pagi bapak menyuruh saya ke sini (rumah-Red). Saya menanyakan ada apa? malah bapak bilang harus di sini. Saya melihat bapak napasnya mulai tersengal-sengal dan batuknya kenceng," jelasnya.

Bukhori Masruri santer dikenal sebagai pencipta lagu grup Nasidaria, seperti Perdamaian, Magadir, Palestina, Racun Transparan, dan masih banyak lagi.

"Pada 2017, Pak Bukhori berpesan, ini lagu terakhir untuk Nasidaria (yang dia ciptakan-Red), yaitu Racun Transparan," jelas Choliq Zain, Manajer Nasidaria.

Satu personel Nasidaria, Affuwah berujar, syair-syair lagu religi yang ditulis Bukhori selalu memiliki pesan, antara lain mendamaikan, mengkritik, dan memberikan saran, serta apa adanya.
Para personel Nasidaria pun tak menyangka lirik lagu Racun Transparan merupakan syair terakhir yang ditulis Bukhori.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved