Liputan Khusus

Peningkatan Gestun Harus Diwaspadai karena Berpotensi Kredit Macet

Tarik tunai melalui kartu kredit perlu diwaspadai karena hakekatnya adalah kredit yang disalurkan perbankan dan konsumtif.

Peningkatan Gestun Harus Diwaspadai karena Berpotensi Kredit Macet
tribunjateng/dok
News Analysis oleh Wahyu Widodo PhD, Ekonom Universitas Dipenogoro 

News Analysis oleh Wahyu Widodo, Ekonom Undip

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Meningkatnya kebutuhan likuiditas menjelang Lebaran sebenarnya merupakan hal yang sangat predictable, karena meningkatnya permintaan masyarakat untuk perayaan rutin tahunan itu.

Bank Indonesia dan perbankan nasional seharusnya sudah mengantisipasi siklus ini. Yang mungkin harus diwaspadai adalah tarik tunai melalui kartu kredit.

Secara makro, meningkatnya belanja masyarakat berdampak positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sektor produksi, di mana pada akhirnya akan memberikan multiplier effect yang lebih luas, termasuk penyerapan tenaga kerja.

Tarik tunai melalui kartu kredit perlu diwaspadai karena hakekatnya adalah kredit yang disalurkan perbankan dan dapat dipastikan bersifat konsumtif.

Data menunjukkan potensi kredit macet dari tarik tunai itu cukup besar. Hal itu akan berdampak pada indikator kinerja perbankan.

Meski porsi tarik tunai masih kecil, tetapi harus diwaspadai karena kecenderungannya yang terus meningkat.

Kuncinya ada di bank, karena fasilitas tarik tunai tersebut diberikan oleh bank. Caranya dengan selektif melihat track record masing-masing pemilik kartu kredit. Perbankan dengan mudah melihat catatan tersebut.

Pemilik kartu kredit yang mempunyai catatan tidak baik seharusnya tidak diberi fasilitas tarik tunai.

Biasanya, transaksi fiktif itu karena KK kita dipakai orang, karena tahu nomernya, atau digandakan, sehingga bisa untuk belanja atau tarik tunai.

Kalau standar pengamanan yang kuat harusnya menggunakan on time password (OTP) ke nomor handphone pemilik kartu kredit.

Dengan metode itu, transaksi bisa dieksekusi jika OTP diverifikasi. Sayangnya, belum semua marketplace atau transaksi di toko online menerapkan sistem ini. (tribunjateng/cetak/lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved