Plt Gubernur Jateng Peringati Harkitnas di Daerah Asalnya, dan Berziarah di Makam Tokoh Pendidikan
Warga Purbalingga dan Jawa Tengah pada umumnya patut bangga memiliki tokoh besar lintas rezim yang dikenal seantero negeri itu.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Rangkaian acara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Purbalingga.
Pada peringatan kali ini, juga disertai prosesi ziarah ke makam Prof Dr Soegarda Poerbakawatja di Desa Prigi Kecamatan Padamara.
Setelah melakukan upacara Harkitnas di alun-alun, rombongan Plt Gubernur Jateng menuju Prigi untuk melakukan ziarah serta tabur bunga di makam Prof Dr Soegarda Poerbakawatja.
Pemilihan makam tokoh pendidikan itu sebagai tempat rangkaian peringatan Harkitnas untuk mengenang jasa Soegarda Poerbakawatja serta memotivasi generasi muda agar meneladani semangat tokoh itu.
Plt Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko mengatakan, prestasi serta jasa yang telah diukir Soegarda Poerbakawatja di dunia pendidikan amat besar.
Warga Purbalingga dan Jawa Tengah pada umumnya patut bangga memiliki tokoh besar lintas rezim yang dikenal seantero negeri itu.
Menurut mantan Bupati Purbalingga ini, prestasi tokoh itu seharusnya memotivasi anak muda kini untuk selalu bersemangat menggapai cita-cita setinggi mungkin.
"Beliau akan selalu dikenal sebagai pelopor intelektual di Purbalingga. Mudah-mudahan anak cucu kita bisa terus mengenal dan mengenang jasa yang telah ditorehkan sang Profesor," kata Heru, Senin (21/5).
Tabur bunga tidak hanya dilakukan di makam Soegarda Poerbakawatja, namun di beberapa makam sekitarnya yang diketahui sebagai makam istri, ayah dan ibu serta saudara se-kandung Soegarda Poerbakawatja.
Soegarda Poerbakawatja merupakan anak ke-9 dari 13 bersaudara dari seorang kepala desa.
Dilihat dari kiprahnya, Soegarda memang sosok fenomenal. Pada zamannya, saat penduduk pribumi sulit meraih pendidikan tinggi, dia justru berhasil menembus pendidikan di sekolah-sekolah bergengsi.
Bahkan ia berhasil menginisiasi berdirinya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah, curator Universitas Gadjah Mada (UGM) serta pernah menjadi dekan di salah satu fakultas di Universitas Indonesia (UI).
Beberapa karya tulisnya yang dikenal publik adalah Aliran-Aliran Baru Dalam Pendidikan (1957), Pendidikan Dalam Alam Indonesia (1970), dan Ensiklopedia Pendidikan (1978).
Tulisannya sering menjadi rujukan penyusunan tugas akhir bagi para mahasiswa di masa itu.
Di Purbalingga, untuk mengenang jasa tokoh tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga mengabadikan namanya sebagai museum di jantung kota Purbalingga.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/plt-gubernur-jateng-ziarah-di-makam-tokoh-pendidikan-di-purbalingga_20180521_153222.jpg)