Liputan Khusus

BI Bakal Tindak Tegas Praktik Gesek Tunai

Layanan gestun tidak boleh dilakukan dan merupakan pelanggaran, atau menyalahi Peraturan Bank Indonesia (PBI).

BI Bakal Tindak Tegas Praktik Gesek Tunai
net
ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Bank Indonesia (BI) Jateng, Hamid Ponco Wibowo, angkat bicara menanggapi liputan Khusus Tribun Jateng yang membahas mengenai aksi gesek tunai (gestun) pemegang kartu kredit yang ditengarai kian marak.

Hal itu menyusul penggunaan kartu kredit melalui mesin melalui electronic data capture (EDC) yang seharusnya untuk pembelian barang tertentu, tetapi yang diterima hanya sejumlah uang sebagai pengganti barang yang dibeli, atau berarti ada transaksi fiktif.

Menurut dia, layanan gestun tidak boleh dilakukan dan merupakan pelanggaran, atau menyalahi Peraturan Bank Indonesia (PBI).

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur terhadap pihak penyedia layanan gestun.

Sebab, hal itu dinilai berisiko, terutama dari segi bunga yang potensial terlalu tinggi. Apabila terjadi kredit macet, hal itu juga akan berdampak pada stabilitas ekonomi bank penyedia kartu kredit.

"Selain itu, layanan gestun juga tidak sesuai peruntukannya. Yang namanya kartu kredit tidak boleh untuk tarik tunai. Kami tentu akan lakukan pengawasan," ujar mantan Kepala BI Sumatera Selatan itu, kepada Tribun Jateng, Senin (21/5/2018).

Hamid menyatakan, BI Jateng bakal melakukan tindakan tegas terhadap praktik semacam itu. Jika ada laporan masuk, bank penyedia layanan EDC akan dipanggil dan diberi teguran oleh BI.

"Selanjutnya, pedagang yang menyalahi aturan dengan melakukan praktik gestun akan diputus hubungan kerja," katanya.

Meski demikian, Hamid tidak bisa memberi keterangan mengenai seberapa besar potensi pergerakan uang beredar dari layanan tarik tunai kartu kredit, termasuk pada momen Ramadan ini.

Pendataan terpusat

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved