Breaking News:

Pengepul Rongsok Ini Gagal Pertahankan Barangnya Saat Akan Disita Satpol PP Kota Semarang

Pemilik tempat penimbunan barang rongsok di Jalan Kolonel Sugiyono, Kota Semarang, Somad, terpaksa merelakan barang rongsok dan timbangannya diangkut

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
m zaenal arifin
Petugas Satpol PP Kota Semarang menyita barang milik Somad, pengepul rongsok di Jalan Kol Sugiyono, Selasa (22/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemilik tempat penimbunan barang rongsok di Jalan Kolonel Sugiyono, Kota Semarang, Somad, terpaksa merelakan barang rongsok dan timbangannya diangkut petugas Satpol PP Kota Semarang, Selasa (22/5/2018).

Somad gagal mempertahankan barang miliknya meski telah berupaya keras. Ia terlibat saling tarik dengan petugas Satpol PP yang akan menyita barang-barangnya tersebut. Bahkan, Somad sempat adu dorong dengan petugas.

"Saya tidak terima barang saya diangkut. Saya tidak merugikan siapa pun," ucap Somad sembari menarik timbangan miliknya saat akan dinaikan ke truk Satpol PP.

Meski sempat ricuh dan saling dorong, Somad yang merupakan warga Demak itu akhirnya menyerah dan hanya bisa menyaksikan seluruh barang rongsok dan perlengkapan lain seperti timbangan diangkut petugas.

Petugas Satpol PP Kota Semarang menyita barang milik Somad, pengepul rongsok di Jalan Kol Sugiyono, Selasa (22/5/2018).
Petugas Satpol PP Kota Semarang menyita barang milik Somad, pengepul rongsok di Jalan Kol Sugiyono, Selasa (22/5/2018). (m zaenal arifin)

Selain Somad, dua pengepul rongsok lain juga terjaring dalam operasi penertiban oleh Satpol PP itu.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, kegiatan penertiban ini merupakan kegiatan penegakkan Perda Nomor 11 Tahun 2000 tentang PKL.

"Kegiatan ini adalah penegakkan Perda tentang PKL. Para pengepul rongsok itu melanggar Perda karena sering menimbun barang rongsok di bahu jalan. Sehingga hal itu mengganggu ketertiban dan kebersihan," kata Endro.

Selain itu, lanjutnya, penertiban itu juga dalam rangka membantu kelancaran proses revitalisasi Kota Lama Semarang dari Kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang saat ini masih berlangsung.

Sehingga upaya penertiban ini diharapkan dapat mewujudkan Kota Lama Semarang sebagai destinasi heritage dan wisata di Kota Semarang.

Ketiga pengepul rongsok, kata Endro, sebelumnya pernah terjaring pada operasi yang sama, beberapa waktu lalu. Saat itu, mereka hanya dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring) dengan denda masing-masing Rp 500 ribu.

"Mereka tidak kapok setelah terkena penertiban sebelumnya. Saat ini hanya kami sita barang rongsok dan timbangannya. Nantinya mereka akan kami kenai tipiring lagi," ucapnya.

Agar tidak kembali membuka usaha rongsok di tempat itu lagi, Endro akan menugaskan anggotanya untuk mengintensifkan patroli dan pengawasan. Sehingga kawasan tersebut menjadi bersih dan tidak semrawut. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved