Petani di Bandungan Temukan Formula Pupuk dan Obat Semprot Hama Organik

Penemuan formula pupuk dan obat semprot hama organik tersebut merupakan hasil uji coba pada berbagai bahan.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: Catur waskito Edy
amanda rizqyana
Kotak Masuk 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ketua Kelompok Tani Subur Sejahtera Lingkungan Gintungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Tri Tunggal menyatakan ia dan anggotanya berhasil menemukan formula pupuk dan obat semprot hama organik pada Selasa (22/5/2018) siang.

Penemuan formula pupuk dan obat semprot hama organik tersebut merupakan hasil uji coba pada berbagai bahan.

Ia benar-benar ingin menghasilkan produk organik untuk kebutuhan pertanian agar produk yang dihasilkan lebih sehat dan biaya produksi pun lebih hemat.

Selain itu, mereka pun berkomitmen menghentikan ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia dan pestisida.

"Kami telah melakukan serangkaian percobaan membuat pupuk dan obat semprot hama dari tanaman dan rempah. Lima kali percobaan dan pada percobaan terakhir kami menggunakan dua belas bahan mulai dari tumbuhan, rempah, hingga ikan asin," terang Tri.

Hasil eksperimen terakhir diujicobakan pada tanaman cabai. Sejumlah 5000 tanaman cabai di atas 1500 m2 lahan menggunakan pupuk dan obat semprot hama organik tesebut.

Berdasarkan pantauannya, tanaman cabai tersebut meningkatkan produksi dua kali lipat dalam lima kali panen.

Selain produksi yang meningkat, biaya yang dikeluarkan pun lebih hemat. Konsumsi pupuk dan obat semprot hama organik hingga menjelang panen menghabiskan Rp 700 ribu. Bila dibandingkan dengan penggunaan pupuk dan obat semprot hama kimia yang menghabiskan biaya Rp 3 juta.

"Inilah hasil akhir yang kami harapkan," imbuh Tri.

Selain itu, kualitas tanaman yang menggunakan pupuk dan obat semprot hama organik pun lebih sehat dan aman dikonsumsi. Sayuran yang dihasilkan pun lebih segar dan berisi, warna lebih cerah, dan rasa lebih enak.

Sayangnya, menurut Tri temuan kelompok tani ini kurang mendapat apresiasi dari seluruh petani di Bandungan, bahkan dari Pemerintah Kabupaten Semarang belum memberikan dukungan atas temuan tersebut.

"Pemerintah Kabupaten Semarang kurang memberikan dukungan. Padahal kami butuh pembinaan dan bantuan pemasaran, di samping kami juga membutuhkan masukan atau kerja sama dari para ahli," tutur Tri.

Menanggapi temuan dari warganya, Camat Bandungan, Eko Puryanto, S.Sos megatakan pihaknya segera meminta Yayasan Omah Bandungan yang menaungi seluruh stakeholder di Bandungan untuk membantu memasarkan produk ramah lingkungan tersebut.

"Pupuk dan obat semprot hama ini merupakan temuan yang luar biasa. Kami sangat mendukung temuan tersebut dan saya berharap petani lainnya dapat mengikuti langkah Tri Tunggal dan rekan-rekan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved