Pria Ini Terpaksa Salat di Atas Kursi Saat Rob Banjir Mengepung Jeruksari Pekalongan

Kelurahan Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan terendam air cukup parah

Pria Ini Terpaksa Salat di Atas Kursi Saat Rob Banjir Mengepung Jeruksari Pekalongan
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Air mengepung pemukiman di Kelurahan Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, Selasa (22/5). Seorang warga salat di atas kursi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kelurahan Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan terendam air cukup parah, bahkan hampir semua rumah terendam air setinggi lutut orang dewasa, Selasa (22/5/2018).

Hal tersebut mengganggu aktifitas warga ditambah lagi ketersediaan air bersih dan obat-obatan sangat terbatas.

Bahkan seorang pria terlihat sedang salat di atas kursi.

Dikatakan Nurhayati (44) satu di antara warga, air yang menggenangi pemukiman warga semakin parah.

"Ya keadaan seperti ini, semakin hari semakin parah, siang hari biasanya air semakin tinggi," ujarnya.

Sementara itu Kepala Kelurahan Jeruksari Kuswanto menerangkan, 99 persen wilayah Jeruksari terendam air.

"Ada sekitar 2139 kepala keluarga di Jeruksari semuanya terdampak rob dan banjir, sedangkan yang berada di pengungsian berjumlah 200 orang," tuturnya.

Adapun Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yang turun ke Jeruksari guna meninjau musibah tersebut mengatakan, pihak Pemkab akan membantu ribuan masyarat yang terdampak banjir rob.

"Banjir rob di Jeruksari sudah terjadi sejak 2008, namun dampak terparah terjadi di 2018 ini. Karena ketinggian air naik secara signifikan ditambah angin kencang," tuturnya.

Pihaknya telah menyiapkan tenda-tenda darurat, air bersih, obat-obatan dan dapur umum guna meringankan beban warga yang terdampak.

"Selain itu kami siapkan, logistik dan tas khusus untuk para pelajar agar buku-buku tidak terkena air. Kami juga akan melakukan penanganan khusus yaitu membendung muara sembari menunggu tanggul raksasa rampung dibangun," kata Asip.

Tanggul raksasa penahan banjir rob progresnya yang baru berjalan sekitar 5 persen, membuat Pemkab bergerak cepat guna menangani permasalahan yang melanda masyarakat di Jeruksari.

"Rabu (23/5) akan kami mulai membendung muara sebagai tindakan emergensi untuk mengatasi banjir rob," timpalnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved