Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kecelakaan Maut Bumiayu

Soal Kecelakaan di Bumiayu Brebes, Sopir Truk Enggak Bisa Begitu Saja Disalahkan

Antara lain karena faktor jalanan yang menurun. Selain itu, truk mengangkut gula pasir berlebihan atau bisa dikatakan truk kegendutan.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
IST
Warga Bumiayu, Brebes, menyaksikan sejumlah bangkai motor yang menumpuk setelah kecelakaan maut, Minggu (20/5/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Kejadian truk menabrak pengendara dan bangunan rumah di pinggir jalan di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes telah merenggut 12 korban jiwa.

Polisi menuturkan saat pemeriksaan, rem truk berfungsi dengan baik. Artinya, penyebab kecelakaan bukan hanya karena faktor rem. Sebelumnya, polisi menduga truk melaju kencang karena rem blong.

Rem tidak bisa menjadi kambing hitam penyebab satu- satunya kecelakaan tersebut.

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Bakharuddin, menyebut ada beberapa faktor penyebab kecelakaan.

Antara lain karena faktor jalanan yang menurun. Selain itu, truk mengangkut gula pasir berlebihan atau bisa dikatakan truk kegendutan.

"Saat melaju di jalanan menurun, dan truk mengangkut tonase berlebih, akhirnya truk sulit dikendalikan. Sopir diduga juga telah menggunakan rem tangan tapi tidak berhasil. Kami juga menemukan bahwa truk dalam kondisi netral saat berhenti," jelas Bakharuddin, Senin (22/5/2018).

Dalam kasus ini, sopir ditetapkan menjadi tersangka karena dinilai telah lalai.

Sementara, pengamat transportasi yang juga dosen Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Kota Tegal, Anton Budiharjo, menuturkan kecelakaan yang diakibatkan masalah teknis, tidak bisa begitu saja menyalahkan si sopir.

"Perlu dilakukan analisis dan investigasi penyebab kecelakaan. Dari hasil itu bisa diketahui penyebabnya. Jika masalah teknis kendaraan, jangan menyalahkan sopir melulu," kata Anton, Selasa (22/5/2018).

Menurutnya, jika ada kegagalan teknis atau sistem, seringkali sopir menjadi kambing hitam tersangka kecelakaan.

Padahal, kata dia, sopir hanya melaksanakan perintah sang juragan.

"Jadi yang harus memeriksa kelengkapan dan kesehatan kendaraan ya sang juragan melalui tenaga teknisi atau pengecek kendaraan sebelum beroperasi," jelasnya.

Teknisi tersebutlah yang bersalah dan bertanggung jawab jika ada kecelakaan yang diakibatkan teknis kendaraan, semisal rem tidak berfungsi dengan baik atau semacamnya.

Ia menjelaskan, rem tidak berfungsi dengan baik itu bisa disebabkan beberapa faktor, pertama, karena kegagalan sistem mekanis dalam rem tersebut. Kedua, karena minyak rem sudah kering atau selang minyak rem bocor.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved