Breaking News:

Analisis Muhammad Heychael Soal Tribunnews, Tendensius, Kasar, Tak Berdasar, dan Tidak Fair

Menuduh sebuah institusi pers membantu terorisme sama saja dengan sikap kelompok orang yang menuduh polisi melakukan rekayasa terkait aksi terorisme.

Editor: m nur huda
Suasana di dalam Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pasca kerusuhan yang dilakukan narapidana terorisme, Kamis (10/5/2018). Sebanyak 145 narapidana terorisme yang menguasai Rutan Cabang Salemba Mako Brimob menyerahkan diri setelah dilakukan operasi Polri. (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO) 

Padahal, sebagaimana dilaporkan oleh Tirto.id, “Polisi irit komentar tentang kasus kerusuhan di Mako Brimob.”
Penulis tampak sama sekali tak memahami cara kerja jurnalis di lapangan.

Penggalian fakta di lapangan bukan hanya dari penjelasan polisi saja tetapi dari sumber-sumber dan fenomena lain yang terkait.

Sepanjang punya news value dan terkait dengan peristiwanya, tidak ada salahnya menyajikan kepada pembaca.

Tentu kita semua masih ingat peristiwa teror bom di Jl MH Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016, banyak media memberitakan bagaimana seorang pedagang sate, Jamal, yang membawa gerobak tetap melayani para pembeli meski lokasinya (Jl Sabang) tak jauh dari tempat kejadian perkara.

Berita yang kelihatan remeh temeh (remah-remah) itu ternyata banyak mendapat apresiasi karena menunjukkan warga Jakarta tak takut terhadap terror bom.

Lalu apa bedanya dengan berita di Tribunnews.com yang menyebut sejumlah warga asyik menonton siaran televisi mengenai Liga Inggris di depan polisi yang tengah berjaga.

Fenomena itu menunjukkan warga tidak merasa ketakutan meski di dekatnya tengah terjadi aksi terror. Mereka tetp menjalankan aktivitas sehari-hari secara biasa saja.

4. Mengenai ulasan kehidupan Ipda Auzar, korban meninggal di Polda Riu, bukan hanya dilakukan oleh Tribunnews.com tetapi oleh hampir semua media.

Latarbelakang kehidupan korban menjadi penting untuk menujukkan bahwa aksi teror bisa menimpa siapa saja, tak peduli agamanya apa. Lalu apa yang salah?

5. Soal teroris ganteng. Apa yang salah ketika reporter mewawancarai warga sekitar mengenai profil orang yang diduga pelaku teror.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved