Breaking News:

Ramadan 2018

Orang Beriman Seharusnya Menciptakan Keamanan

Hatinya membenarkan bahwa Allah adalah Tuhan/Rabb. Hatinya membenarkan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

tribunjateng/ist
Artikel ditulis oleh DR Aji Sofanudin, Peneliti pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kalau kita cermati kandungan Alquran maka salah satu yang kita temukan adalah bahwa Allah banyak bersumpah dengan menggunakan berbagai kata yang menunjukkan pada waktu-waktu tertentu.
Misalnya, seperti wad dhuha (waktu dhuha), waal lail (demi waktu malam), wan nahar (demi waktu siang), wassubhi (demi waktu subuh), walfajri (demi waktu fajar), dan seterusnya.

Beberapa contoh diantaranya: wallaili idza yaghsya (QS Al-Lail: 1), wannahari idza tajalla (QS Al-Lail: 2), wa an-nahari iza jallaha (QS Asy-Syam: 3), was subhi idza tanaffas (QS At-Taqwir:18), wal fajri (QS Al-Fajr: 1) wassubhi idza asfar (QS Mutaffifin: 83) dan masih banyak lagi.

Bahkan salah satu surat dari 114 surat dalam Alquran ada surat tentang waktu/surat Al-Ashr. Ini menunjukkan bahwa Islam memberikan perhatian yang begitu besar tentang waktu yang merupakan bahan renungan dan perhatian bagi manusia.

Iman dan Amal

Dalam surat Al-Ashr Allah mengingatkan bahwa pada umumnya manusia itu dalam keadaan merugi kecuali empat kelompok, yaitu (1) orang beriman, (2) orang yang beramal sholeh, (3) nasihat menasihati dalam kebenaran, (4) nasihat menasihati dalam kesabaran.

Totalitas manusia itu merugi karena mereka tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk beriman dan beramal sholeh.

Padahal, waktu ibarat pedang, kata pepatah Arab yang cukup terkenal al-waqtu kassyaif, in lam taqtho’hu qotho’ak, waktu itu ibarat pedang, jika tidak kamu taklukkan, maka ia yang akan memotong kamu.

Dalam surat Al-Ashr Allah memberikan informasi kepada kita bahwa ada empat hal yang menghindarkan manusia dari kerugian. Salah satunya adalah dengan kita menjadi orang beriman.

Secara etimologis iman berasal dari kata: “amana-yukminu-imanan” yang berarti yaqin atau percaya.
Dalam Alquran disebutkan walladzina amanu asyadu hubbalillah, Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.
Iman berasal dari bahasa Arab (1) amana; good faith, (2) amaan, protection, (3) aamana, to believe.

Iman dan aman berasal dari akar kata yang sama. Oleh karena itu, orang beriman itu mestinya mendatangkan aman bagi lingkungannya, tetangga, dan orang di sekitarnya.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved