Undip Periksa Guru Besar dan Beberapa Dosen yang Diduga Bela HTI

Suteki yang dikukuhkan menjadi guru besar pada 2010 itu seolah mendukung sistem khilafah dan menyerang pemerintah.

Undip Periksa Guru Besar dan Beberapa Dosen yang Diduga Bela HTI
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Massa Pendukung Hizbut Tahrir Indonesia berkumpul di depan Pengadilan Tata Usaha Negara, Jakarta, Senin (7/5/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang guru besar bidang hukum di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Suteki, bakal diperiksa terkait dugaan pembelaannya terhadap organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Suteki akan diperiksa secara etik oleh Majelis Dewan Kehormatan Komite Etik pada Rabu (23/4/2018) ini.

Tindakan pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk komitmen Undip sebagai kampus yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Pemeriksaan etik mulai hari ini dan besok. Hasilnya besok diumumkan. Untuk beliau (Suteki) hari Rabu baru mau dipanggil,” ujar Kepala Humas dan Media Undip, Nuswantoro Dwiwarno, saat dikonfirmasi, Selasa (22/5/2018).

Nuswantoro menjelaskan, selain Suteki, ada sejumlah dosen lain yang diduga berafiliasi dengan mendukung HTI, atau memposting komentar yang diduga bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.

Namun demikian, Nuswantoro tidak secara gamblang menyebut siapa pihak lain yang ikut terlibat.

Ia mengatakan, hasil dari pemeriksaan akan disampaikan pada Rabu.

“Karena sifatnya tertutup di sidang etik, jadi belum bisa disampaikan hasilnya,” ujarnya.

Di akun media sosial, Suteki yang dikukuhkan menjadi guru besar pada 2010 itu seolah mendukung sistem khilafah dan menyerang pemerintah.

Sejumlah unggahannya viral dan menghebohkan dunia maya.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved