Waspada Gunung Merapi, BPBD Klaten Adakan Rakor Lintas Sektoral

Rakor itu terkait status Gunung Merapi yang naik dari normal menjadi waspada oleh BPPTKG.

Waspada Gunung Merapi, BPBD Klaten Adakan Rakor Lintas Sektoral
Istimewa
Rakor lintas sektoral BPBD Klaten di ruang B1 Sekda Klaten, Rabu (23/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten gelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral, Rabu (23/5/2018).

Rakor itu terkait status Gunung Merapi yang naik dari normal menjadi waspada oleh BPPTKG.

Rakor lintas sektoral diadakan di Ruang B1 Setda Klaten dengan dipimpin Kepala Pelaksana BPBD Klaten Bambang Giyanto.

Bambang menilai, meningkatnya status Merapi menjadi waspada, BPPTKG menilai masa istirahat Gunung Merapi untuk letusan magmatik sudah mendekati usai.

Hal itu, jelasnya, merujuk sejarah Merapi istirahat dari masa letusan magmatik pada tahun 1872 selama 11 tahun dan tahun 1930 selama 9 tahun.

"Letusan magmatik terakhir 2010, maka sudah 8 tahun. Perlu dilakukan upaya persiapan terutama dalam meningkatkan kapasitas semua pemangku kepentingan penanggulangan bencana Merapi dan juga masyarakat lereng," urainya.

Bambang pun mengingatkan, desa yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III di antaranya Desa Balerante Klaten dengan jumlah penduduk 1.954 jiwa. Di sana memiliki ternak sapi 1.165 ekor dan ternak kambing 207 ekor.

Lalu Desa Sidorejo Klaten yang memiliki jumlah penduduk 4.167 jiwa, ternak sapi 2.234 ekor, dan ternak kambing 536 ekor.

Serta Desa Tegalmulyo Klaten berpenduduk 2.422 jiwa, ternak sapi 1.372 ekor dan ternak kambing 588 ekor.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved