Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dibangun pada Jaman Sunan Kalijaga, Masjid di Gogodalem Ini Masih Kokoh Berdiri

Dibangun pada Jaman Sunan Kalijaga, Masjid di Gogodalem Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang Ini Masih Kokoh Berdiri

Tayang:
Penulis: ponco wiyono | Editor: iswidodo
tribunjateng/ponco wiyono
Dibangun pada Jaman Sunan Kalijaga, Masjid di Gogodalem Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang Ini Masih Kokoh Berdiri 

TIRBUNJATENG.COM, SALATIGA - Masjid At-Taqwa di Dukuh Kauman Desa Gogodalem Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang dibangun sejak zaman Sunan Kalijaga. Hingga kini masjid tua ini masih kokoh berdiri dan berpotensi menjadi titik destinasi pecinta wisata religi di Jawa tengah.

Tribunjateng.com mengunjungi masjid tersebut pada Kamis (24/5/2018) siang. Saat itu sebagian jemaah baru saja melepas waktu dengan duduk-duduk usai salat zuhur.

"Sebentar lagi ada pengajian Alquran yang akan dipimpin oleh Pak Ahsin," kata salah satu jemaah.

Meski bagian halaman depan telah berubah menjadi bangunan modern yang serba keramik, bagian dalam masjid masih terkesan kuno dengan kayu-kayu tebal di sekelilingnya.

Dibangun pada Jaman Sunan Kalijaga, Masjid di Gogodalem Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang Ini Masih Kokoh Berdiri
Dibangun pada Jaman Sunan Kalijaga, Masjid di Gogodalem Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang Ini Masih Kokoh Berdiri (tribunjateng/ponco wiyono)

Mulai dari tiang penyangga berikut pemancangnya, kemudian bekas dinding masjid yang kini dipindah ke atas sebagai penyambung antara dinding tembok dengan atap.

"Jika diperhatikan dengan seksama, lonjoran atau batang kayu yang berada di atas itu adalah sebatang kayu yang tidak disambung dan tidak dipaku, itu masih asli," jelas M Ahsin (60), lelaki yang oleh masyarakat sekitar dipercaya menjadi imam masjid sekaligus guru ngaji.

Di sisi kanan masjid, terletak beduk yang usianya sama tuanya dengan masjid tersebut.

Bodi beduk dikatakan Ahsin berasal dari sebatang kayu utuh yang dibagi tiga. Masing-masing potongan dibuat untuk beduk, dan dua di antaranya kini berada di Kecamatan Pringapus dan Kabupaten Demak.

Sejarah masjid At-Taqwa tidak lepas dari sosok bernama Raden Bagus Mertowongso (Towongso), yang di masa hidupnya dulu dipercaya pernah bersinggungan dengan sosok masyhur penyebar agama Islam di Jawa, Sunan Kalijaga.

Mertowongso dan adiknya yang bernama Dewi Suni merupakan anak dari Martongasono. Keduanya memindahkan bangunan masjid ke Dukuh Kauman dari Kelurahan Wiru, ketika ayahandanya tengah didera sakit.

"Kami merupakan keturunan Raden Bagus Mertowongso generasi ke sekian belas, saya sendiri generasi ke 13 dan sekarang keseluruhan sudah ada 17 generasi," ungkap Ahsin.

Martongasono sendiri merupakan satu dari tiga aulia kawasan tersebut, dua lainnya adalah Wali Nitinegoro yang makamnya juga berada di dukuh tersebut, dan satu adalah Kiai Jamaluddin yang mewariskan Alquran yang ditulis tangan dan oleh warga setemat dikenal sebagai Alquran Blawong.

"Alquran Blawong biasanya kami keluarkan saat malam 20 Sya'ban dan sampai sekarang wujudnya masih utuh dengan kertas dan sampul dari bahan kulit," jelas Kepala Dusun Kauman Samudi (65).

Meski berada di pedalaman Kabupaten Semarang, masjid At-Taqwa dikatakan Samudi cukup mendapatkan perhatian pemerintah.

Perayaan Maulid Nabi Muhammad yang diwarnai drumblek pun disebutnya sering dihadiri bupati.
Jalan akses masuk yang kini dibeton juga menjadi bukti lain kepedulian para pemangku kebijakan terhadap salah satu bangunan bersejarah itu.

Matahari semakin condong ke barat, dan jemaah pengajian sudah ramai memadati halaman masjid. Ahsin buru-buru pamit dan segera duduk merapat di depan para hadirin pengajian. (tribunjateng/ponco wiyono)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved