Mudik Lebaran 2018
DLU Cabang Semarang Siapkan Lima Kapal di Musim Lebaran
Manager Cabang DLU Semarang, Herman Fajar mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan lima kapal lintas Semarang untuk angkutan lebaran 2018
Penulis: hermawan Endra | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perayaan Idul Fitri masih tiga pekan lagi, namun berbagai persiapan menyambut lonjakan penumpang yang akan merayakan lebaran di kampung halaman sudah dilakukan PT Dharma Lautan Utama Cabang Semarang jauh hari.
Manager Cabang DLU Semarang, Herman Fajar mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan lima kapal lintas Semarang untuk angkutan lebaran 2018. Jumlah tersebut meningkat satu unit dibanding perayaan Idul Fitri tahun lalu.
Yang pertama adalah KM Kirana I rute Semarang-Sampit berkapasitas 800 penumpang. Kemudian KM Dharma Kencara Semarang-Kumai berdaya tampung 1050 orang.
Selanjutnya ada KM Dharma Rucitra IX Semarang-Kumai berkapasitas 750 penumpang. Kapal ini terasa spesial karena anyar, mewah dan lebih cepat. Jika biasanya rute ditempuh 23-24 jam, dengan kapal ini bisa 18 jam.
"KM Dharma Rucitra IX bulan ini mulai beroperasi dengan 7262 Gross Ton (GT) berkecepatan 17 knot dengan kapasitas kendaraan pribadi 100 unit dan truk bisa 25 unit atau setara 500 sepeda motor," katanya.
Selain itu, dua kapal lainnya adalah KM Dharma Ferry IX Semarang - Pontianak berkapasitas 700 orang dan KM Drarma Ferry II rute Semarang - Ketapang berdaya tampung 750 penumpang.
"Untuk saat ini kelima kapal tersebut sudah siap. Kami sudah lakukan perawatan tahunan, dan uji petik," kata Herman Fajar saat dijumpai di kantornya Jalan Raden Patah 203B Semarang, Kamis (24/5).
Ia memperkirakan kondisi cuacara di perairan selama lebaran atau Juni - Juli kondisinya cukup baik. Puncak mudik menggunakan jalur laut diprediksi terjadi pada H-10 sampai H-2. Sementara arus balik H+7 sampai H+25.
Herman Fajar menambahkan, DLU terus melakukan upaya persiapan untuk lebaran 2018. Selain armada, juga persiapan ticketing. Perusahaannya kini menerapkan penjualan tiket secara online melalui Mobile Apps dengan nama DLU Ferry.

Perusahaan pelayaran yang didirikan pada 15 Februari 1976 ini menerapkan sistem elektronik tiket barcode. BLU sudah menggunakan sistem ini sejak dua tahun lalu.
Sehingga pemesanan tiket seperti pesawat dan kereta api. Praktek calo sudah tidak lagi ditemui, begitu juga masalah kelebihan penumpang. Sebab proses pemeriksaan tiket sebelum memasuki kapal diterapkan sesuai identitas penumpang.
Pengembangan terus dilakukan, lima bulan ini melaunching mobile apps DLU Ferry. Adapun fitur menarik pengguna bisa melakukan pengecekan jadwal dan tarif keberangkatan, serta berbagai penawaran atau promo ekskusif.
"Mudah-mudahan bisa memudahkan konsumen dan menghindari calo," imbuhnya.
Terkait tarif selama lebaran, DLU telah mengatur tarif progesif untuk memeratakan arus penumpang yang naik kapal. Jika pesan lebih awal maka dapat harga murah. Fungsinya untuk pemerataan supaya tidak konsentrasi di hari tertentu. (*)