Operasional RSGMP Unimus Masih Menunggu Izin Kemenkes RI
Sebenarnya sudah 90 persen. Tetapi masih ada beberapa pembenahan berskala kecil --finishing-- saja
Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tampaknya sudah cukup lama tak terdengar kabar perkembangan terakhir Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) yang dibangun Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).
Tribunjateng.com, pun mencoba menanyakan hal tersebut kepada Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi, Kamis (24/5/2018).
Dalam keterangannya, dia tidak menampik jika masih ada beberapa hal yang harus dilakukan pihaknya agar rumah sakit yang didirikan di Jalan Kedungmundu Raya Nomor 22 Kota Semarang dapat beroperasi.
“Sebenarnya sudah 90 persen. Tetapi masih ada beberapa pembenahan berskala kecil --finishing-- saja. Mungkin dalam kurun waktu dua bulan ke depan, semuanya sudah beres dan siap untuk melayani masyarakat, khususnya sebagai penunjang aktivitas akademik,” kata Masrukhi.
Dia mengutarakan, dalam pembangunan apapun hal yang cukup krusial dan sangat penting adalah izin operasional. Pihaknya pun saat ini masih menunggu keluarnya izin operasional RSGMP Unimus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Sesuai tujuan awal didirikannya rumah sakit itu adalah sebagai sarana penunjang civitas akademika Unimus. Itu adalah rumah sakit pendidikan kami dan itu pula akan menjadi alternatif masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Seperti diketahui, RSGMP Unimus tersebut telah dibangun sejak akhir 2016 silam. Adapun dari sisi pengelolaannya akan berada di bawah Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unimus.
“Mohon doanya ya, semoga izin operasional rumah sakit tersebut dapat secepatnya bisa turun. Adapun layanan yang akan kami tonjolkan adalah layanan kedokteran gigi yang Islami pada masyarakat umum serta anak kebutuhan khusus,” terangnya.
Dan secara umum, tukas Dekan FKG Unimus, RSGMP tersebut bakal dimanfaatkan untuk praktik profesi kedokteran gigi para mahasiswa serta mereka di program studi kesehatan lainnya.
“Rumah sakit itu dibangun seiring karakteristik amal usaha utama Muhammadiyah di bidang pendidikan dan kesehatan. Karena itu kami berusaha untuk memenuhinya. Terlebih dalam menguatkan semangan A University for the Excellence,” bebernya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rsgmp_20180524_213923.jpg)