Waspada Gunung Merapi

Pengungsi Merapi di Boyolali dan Klaten Minta Sprei

Kemudian, bantuan yang diberikan adalah bantuan logistik, seperti mi instan, beras, makanan ringan, dan lainnya.

Pengungsi Merapi di Boyolali dan Klaten Minta Sprei
tribunjateng/bnpb
Merapi Meletus Lagi, Hujan Abu di Kaliurang dan Sekitarnya. BPPTKG melaporkan letusan pertama terjadi pada 21-5-2018 pukul 01.25 WIB. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah telah mengirim bantuan kepada pemgungsi di Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) Tlogolele, Selo, Boyolali. Bantuan diberikan kepada 362 pengungsi warga Dukuh Stabelan, desa setempat, yang telah terdaftar dan mengungsi akibat letusan freatik Gunung Metapi beberapa hari terakhir.

Hal itu dikatakan oleh Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinung, kepada TribunSolo.com, Rabu (23/5) siang. Dikatakan, bantuan tiba semalam, pada Selasa (22/5). Bantuan sudah sampai di TPPS Tlogolele, sudah diterima warga," jelasnya.

Kemudian, bantuan yang diberikan adalah bantuan logistik, seperti mi instan, beras, makanan ringan, dan lainnya.
Juga digelar semalam acara berkumpul antara jajaran Pemkab Boyolali, BPBD Jateng, BPBD Boyolali, aparat dan pengungsi.

==========================
* BPBD Provinsi Jateng telah mengirim bantuan kepada pemgungsi di TPPS Tlogolele, Selo, Boyolali.
* Bantuan diberikan kepada 362 pengungsi warga Dukuh Stabelan, desa setempat, yang mengungsi akibat letusan freatik Metapi.
* BPBD Klaten pun menggelar rapat lintas sektoran untuk menyiapkan pengungsian di Selter Desa Kebondalem Lor Prambanan dan Selter Demakijo Karangnongko.
==========================

Menurutnya, acara yang berisi diskusi tersebut dirasa penting lantaran warga juga dapat menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah atau aparat soal bantuan.

"Warga juga mengusulkan untuk penambahan matras, ada juga yang usul sprei," beber dia.

Adapun dari 362 pengungsi terdaftar masuk pengungsian sejak Senin (21/5) malam, sebagiannya telah beraktivitas kembali. Mereka di antaranya mulai bercocok tanam di dukuh yang berjarak sekitar 3,5 kilometer dari puncak Merapi, padahal status Merapi dinyatakan Waspada.

Meskipun begitu, letusan freatik, contohnya yang terbaru pada Rabu 03.31 tidak berdampak pada warga Boyolali, tapi berimbas pada wilayah barat daya di Magelang dengan hujan abu jangkauan 25 kilometer.

Kemarin, Kepala Pelaksana BPBD Klaten Bambang Giyanto memimpin rapat koordinasi (Rakor) lintas sektoral di Ruang B1 Setda Klaten.

Bambang mengingatkan, desa yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III di antaranya Desa Balerante Klaten dengan jumlah penduduk 1954 jiwa.

Di sana memiliki ternak sapi 1165 ekor dan ternak kambing 207 ekor. Lalu Desa Sidorejo Klaten yang memiliki jumlah penduduk 4167 jiwa, ternak sapi 2234 ekor, dan ternak kambing 536 ekor, Desa Tegalmulyo Klaten berpenduduk 2422 jiwa, ternak sapi 1372 ekor dan ternak kambing 588 ekor.

"Pemkab Klaten menyiapkan pengungsian di Selter Desa Kebondalem Lor Prambanan untuk warga Balerante, Selter Menden Kebonarum untuk warga Sidorejo dan Selter Demakijo Karangnongko untuk warga Tegalmulyo," terangnya.

Bila tiga selter itu tak cukup menampung pengungsi, jelas Bambang, Pemkab Klaten juga sudah menyiapkan 20 Desa Paseduluran di Klaten. Desa paseduluran berada di kecamatan yang aman dari puncak Merapi, masing-masing di desa yang ada di Kecamatan Prambanan, Kebonarum, Karangnongko dan Kecamatan Jogonalan Klaten.

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Klaten Nur Tjahjono Suharto menambahkan, untuk penanganan erupsi Merapi khususnya penanganan pengungsin, dibagi ke dalam 10 sektor.

Masing-masing sektor manajemen dan koordinasi, sektor keamanan, sektor kesehatan, sektor evakuasi dan transportasi, sektor barak dan pengungsian, sektor komunikasi informasi dan dokumentasi, sektor pendidikan, sektor logistik, sektor dapur umum dan sektor peternakan. (Tribunjateng/cetak/Tribunsolo.com/ahm)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved