Breaking News:

Sebanyak 63 Ribu Warga Kendal Dapat Bantuan Program Nontunai, Segini Nominalnya

Sebanyak 63 Ribu Warga Kendal Dapat Bantuan Program Nontunai. Bantuan dengan nominal Rp. 110.000 perbulan itu akan

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Petugas tengah mendata warga penerima bantuan program non tunai atau BPNT 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Raut muka senang terpancar dari muka Jumiah, warga Lanji, Patebon Kendal. Ia bersama 63 ribu warga Kendal lainnya mendapatkan Bantuan Program Non Tunai (BPNT), Kamis (24/5) dari Kementrian Sosial.

Bantuan itu diberikan secara simbolis kepada para warga di aula kantor kecamatan Patebon, Kendal.

Bantuan dengan nominal Rp. 110.000 perbulan itu akan dimasukkan ke dalam sebuah kartu yang diberi nama Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kartu itu nantinya dapat digunakan untuk membeli bahan pokok yakni beras dan telur.

"Ya senang mendapatkan kartu ini. Jadi bisa membeli beras langsung dari pada mendapatkan beras miskin," ujarnya

Staf Khusus Avanti Fontana dan Tenaga Ahli Madya, Kantor Staf Kepresidenan Panji Winanteya Ruky memberikan sambutan dalam penyaluran Bansos BPNT
Staf Khusus Avanti Fontana dan Tenaga Ahli Madya, Kantor Staf Kepresidenan Panji Winanteya Ruky memberikan sambutan dalam penyaluran Bansos BPNT (TRIBUNJATENG/DHIAN ADI PUTRANTO)

Membelinya tidak di sembarang kios sembako. Penerima kartu ini nantinya hanya dapat membeli di kios sembako yang telah ditunjuk oleh Bank penyalur dan diberikan alat untuk melayani para penerima KKS.

Staf Khusus Avanti Fontana dan Tenaga Ahli Madya, Kantor Staf Kepresidenan Panji Winanteya Ruky yang hadir dalam pemberian BPNT itu mengatakan program BPNT ini sudah berjalan sejakl tahun 2017 dan hadir di 44 kota di Indonesia. Pada tahun ini diperluas hingga tingkat kabupaten tak terkecuali.

"Kabupaten Kendal menjadi kabupaten yang disasar program ini, nantinya akan diperluas di berbagai kabupaten seluruh Indonesia," paparnya.

Ia mengaakan program ini mengambil peralihan program beras sejahtera (rastra). Namun hal itu dilakukan bertahap hingga semua warga yang sebelumnya mendapat bantuan beras sejahtera beralih menjadi penerima BPNT.

"Jadi yang dulu menerima rastra, sekarang bantuannya dimasukan dalam rekening bank dan keluarga penerima kartu ini dapat untuk membelanjakan beras dan telur. Tidak bisa diuangkan." ujarnya

Panji juga mengungkapkan BPNT ini akan disalurkan tanggal 25 tiap bulannya. Sedangkan harga beras dan telur yang dijual di warung yang ditunjuk mengikuti harga eceran tertinggi.

Sementara itu, Bupati Kendal, Mirna Annisa berharap besar agar penyaluran bantuan dari pemerintah menjadi efisien melalui BPNT. Selain itu program ini dapat memperbaiki gizi warga tidak mampu di berbagai daerah khususnya Kendal. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved