Teror Bom Surabaya

Soegijo Pingsan Lihat Peti Mati Bayu Dimasukkan Liang Lahat

Isak tangis haru mewarnai pemakaman Aloysius Bayu Rendra Wardhana di Taman Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Rabu (23/5).

Soegijo Pingsan Lihat Peti Mati Bayu Dimasukkan Liang Lahat
surya
Bayu Rendra adalah koordinator relawan keamanan Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB). Bayu disebut pahlawan dalam tragedi ledakan bom bunuh diri tersebut karena menghalau pembawa bom masuk ke lingkungan gereja saat sebagian jemaat usai menggelar misa Minggu 

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - Isak tangis haru mewarnai pemakaman Aloysius Bayu Rendra Wardhana di Taman Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Rabu (23/5). Bahkan Soegijo, ayah Bayu, sempat pingsan saat peti mati mulai dimasukkan ke liang lahat. Sontak, para pengantar jenazah yang berada di samping kanan dan kiri Soegijo memegangi erat dan membopong tubuh Soegijo ke mobil pengantar keluarga.

Pantauan di lapangan menunjukkan, 100 lebih warga ikut mengantar jenazah Bayu ke tempat peristirahatan terakhir. Selain dari jemaat gereja, mereka juga dari kerabat, keluarga, dan tetangga. Beberapa warga muslim berkerudung juga hadir untuk mendoakan dan mengantar jenazah Bayu.

Galih Wardhana, adik Bayu, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini membantu keluarganya, termasuk Polda Jatim, yang telah melakukan identifikasi kepada kakaknya tersebut. "Kepada Pemkot Surabaya juga, kepada Bu Risma (wali kota Surabaya) dan semua instansi yang banyak membantu keluarga kakak saya," jelasnya.

Jenazah Bayu diserahkan kepada keluarga, Selasa (22/5), setelah 10 hari diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim pascaledakan bom di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Surabaya, 13 Mei silam. Bayu disebut pahlawan dalam tragedi ledakan bom bunuh diri tersebut karena menghalau pembawa bom masuk ke lingkungan gereja saat sebagian jemaat usai menggelar misa Minggu. Oleh karena aksi Bayu yang saat itu diperbantukan sebagai petugas keamanan gereja, maka banyak jemaat yang selamat dari bom bunuh diri itu.

Terus merengek

Sementara itu, Corbelius Aaron, anak pertama Aloysius Bayu Rendra Wardhana, terus merengek ingin bermain di mobil jenazah yang mengantarkan ayahnya, Selasa lalu. "Mobil, mobil, mobil," kata bocah kecil berumur sekitar 2 tahun 9 bulan itu.

Aaron terus merengek, meminta seorang keluarga untuk mengantarnya. Mobil jenazah Ario yang dipesan khusus keluarga untuk mengantar jenazah Aloysius Bayu itu memang masih terparkir di dekat rumah.

Bayu merupakan salah satu korban tewas dalam serangan bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Minggu (13/5). Jenazahnya telah diserahkan Polda Jatim ke perwakilan keluarga di RS Bhayangkara, Selasa (22/5) siang.

Jenazah Aloysius Bayu sampai di rumah Jalan Gubeng Kertajaya I sekitar pukul 11.00. Meski sudah diajak masuk ke dalam rumah untuk berada di dekat peti mati sang ayah, Corbelius Aaron, meminta kembali bermain di mobil jenazah sambil merengek.

"Aaron memang tanya terus ayahnya di mana. Kenapa ayahnya ada di dalam peti? Kami tidak ingin membohongi dia, keluarga menceritakan ayahnya sudah bersama Tuhan Yesus, dan menjadi malaikat. Ayah akan selalu melindungi ibu, Aaron, juga adiknya mesti tidak terlihat," kata Galih Wardhana, adik Bayu, memberikan pengertian kepada Aaron. (Tribunjateng/cetak/Surya)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved