Banjir Rob di Genuk Semarang masih akan Berlangsung hingga Akhir Pekan Ini

"Terjadi pasang air laut yakni mulai 19-26 Mei. Artinya sampai air pekan ini masih terjadi rob. Kali ini memang durasi rob-nya agak lama

Banjir Rob di Genuk Semarang masih akan Berlangsung hingga Akhir Pekan Ini
tribunjateng/dok
Banjir Rob di Semarang Utara 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Air laut masih akan naik atau pasang sehingga mengakibatkan rob di beberapa daerah, tidak terkecuali Kota Semarang. Wilayah bagian timur Kota Semarang seperti Genuk, Terboyo, dan lainnya, menjadi daerah yang terdampak banjir rob tersebut.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Semarang, Retno Widyaningsih, mengatakan pekan ini merupakan fase rob atau air pasang laut tertinggi.

"Terjadi pasang air laut yakni mulai 19-26 Mei. Artinya sampai air pekan ini masih terjadi rob. Kali ini memang durasi rob-nya agak lama yakni sekitar 4-5 jam," katanya, Jumat (25/5/2018).

Rob yang terjadi saat ini terbilang parah. Menurut Retno, hal itu disebabkan adanya gelombang tinggi air laut mencapai 1-2 meter. Kemudian ditambah adanya limpasan air hujan dari Semarang bagian atas. Sehingga di hilir atau sekitar pelabuhan terjadi penumpukan air.

"Akumulasi dari pasang air laut disertai hujan, ditambah gelombang laut membuat terjadinya rob tinggi. Sehingga ketika masuk di sungai, ada parapet yang tidak kuat menahan air karena intensitasnya tinggi," jelasnya.

Ia menuturkan, kenaikan air rob kali ini mencapai 80 cm dari kondisi normal. Saat ini masih dalam kondisi pasang, tapi tidak separah awal pekan ini. Hanya saja, kondisi naiknya air laut dimungkinkan akan kembali terjadi pertengahan Juni mendatang.

"Gelombang air laut saat ini juga sudah turun, yakni sekitar 1 meter. Nanti di pertengahan Bulan Juni bisa naik lagi. Hanya saja ketinggiannya akan bervariasi. Kalau dibarengi hujan dan gelombang tinggi bisa mengakibatkan rob tinggi di luar perkiraan," terangnya.

Menurut dia, ketinggian rob kali ini hampir sama dengan rob ketika terjadi Badai Cempaka beberapa waktu lalu. Hanya saja pada saat Badai Cempaka terjadi pada pagi hari dan cepat surut. Sedangkan rob kali ini terjadi siang hari dengan durasi lebih lama, yakni antara pukul 11.00-16.00 WIB.

Mengenai durasi pasang surut tersebut, lanjutnya, terjadi secara astronomis. Biasanya kondisi itu terjadi tiap awal bulan dan ketika terjadi bulan purnama.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved