Breaking News:

Baru Dilantik Jadi Gubernur BI, Perry Warjiyo Janji Segera Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Perry Warjiyo resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023. Ia dilantik Ketua Mahkamah Agung RI, Hatta Ali

kontan.coi.id
Perry Warjiyo 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Perry Warjiyo resmi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023. Ia dilantik Ketua Mahkamah Agung RI, Hatta Ali di Gedung MA, Jakarta, Kamis (24/5) kemarin. Perry menggantikan Agus DW Martowardojo yang berakhir masa jabatannya pada Mei 2018.

Pelantikan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Turut hadir sejumlah menteri ekonomi antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, hingga Wakil Presiden periode 2009-2014 Boediono yang pernah menjabat sebagai Gubernur BI.

Perry berkomitmen membawa BI menjalankan mandatnya untuk menjaga stabilitas perekonomian. Ia telah menyusun sejumlah instrumen untuk menstabilkan inflasi dan nilai tukar rupiah. Dalam jangka pendek, Perry memprioritaskan mencari cara agar nilai tukar rupiah kembali stabil.

"Prioritas saya di BI dalam jangka pendek adalah memperkuat bagaimana segera menstabilkan nilai tukar rupiah," ujar Perry usai dilantik.

Perry mengatakan, nilai tukar rupiah melemah, terutama sejak Februari 2018, akibat tekanan eksternal. Terjadi kenaikan yield Surat Utang Negara AS (US Treasury) ke arah 3,3 persen.

Padahal, kata Perry, sebelumnya diprediksi akhir tahun ini paling tinggi mencapai 2,75 persen. Fenomena kenaikan US treasury berdampak ke seluruh mata uang dunia.

"Ini fenomena global tekanan nilai tukar ini lebih banyak karena eksternal," ucap Perry.

Ia juga memastikan kondisi ekonomi domestik cukup baik. Inflasi tidak melebihi 3,5 persen. Akhir tahun, diprediksi inflasi hanya berkisar 3,6 persen. Angka tersebut, menurut dia, masih terbilang rendah. Bahkan, inflasi inti angkanya lebih rendah lagi, sekitar 3,2 persen.

Perry juga memprediksi pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua dan seterusnya sekitar 5,2 persen. "Memang, kami ingin pertumbuhan ekonomi lebih tinggi tapi ada bebrapa aspek, baik eksternal maupun domestik yamg memang belum bisa tahun ini mendorong pertumbuhan ekonomi ke 5,3 persen," tambahnya.

Perry meminta masyarakat maupun pelaku pasar tak resah dengan melemahnya rupiah. Ia memastikan BI akan mampu mengendalikannya dalam jangka menengah dan panjang. Selanjutnya, Perry akan berkoordinasi dengan OJK dan pemerintah untuk menentukan langkah menstabilkan kurs rupiah.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved