Mudik Lebaran 2018
CATAT! Kapolda Jateng Ingatkan 3 Titik Ini Rawan Macet Jalur Mudik di Jawa Tengah
Masalah penerangan pada titik Pemalang - Semarang juga dinilai menjadi hal yang cukup rawan sebab statusnya masih fungsional.
Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbagai hal telah disiapkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah jelang Lebaran 1439 H.
Hal tersebut disampaikan oleh Sri Puryono, sekretaris daerah provinsi Jateng pada rapat Forkompinda di Gedung Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan Semarang, mulai dari kesiapan moda angkutan umum, kesiapan infrastruktur dan kondisi fisik jalan, posko terpadu dan masih banyak lainnya.
Terkait mudik yang menjadi budaya masyarakat jelang lebaran, Irjen Pol Condro Kirono, Kapolda Jateng menyebutkan titik rawan di Jawa Tengah.
"Termasuk titik rawan itu jalur exit Tol Pejagan menuju Banyumas. Kalau dulu macet, sekarang sudah ada fly over. Tapi tetap harus hati-hati mengingat ada kejadian laka beberapa waktu lalu di sana," jelasnya, Jumat (25/5/2018).
Dirinya juga berharap semoga dengan adanya pembatasan angkutan berat dapat mengurangi angka kecelakaan di sana.
Titik rawan kedua berada di wilayah arah pantura, tepatnya dari Tegal menuju Pemalang. Selanjutnya ada di wilayah kretek, tepatnya di turunan sana yang termasuk titik rawan.
"Termasuk akses menuju objek wisata juga. Sebab laka di titik wisata menonjol dan memakan korban cukup banyak," tambahnya.
Masalah penerangan pada titik Pemalang - Semarang juga dinilai menjadi hal yang cukup rawan sebab statusnya masih fungsional.
Oleh sebab itu, Kapolda Jateng menuturkan akan menyiapkan pengamanan per 5 kilo dengan mobil patroli yang standby berupa anggota Brimob dan anggota lalu lintas, sehingga pemudik dapat merasa aman.
"Per 5 kilo sudah ada mobil Patroli dan selanjutnya per 10 kilo juga disediakan rest area," jelasnya.
Selain menyiapkan mobil Patroli dan disediakannya rest area, Kapolda juga membentuk satgas untuk menangani premanisme, kejahatan jalanan termasuk pungli mulai perbatasan Rembang hingga Brebes dan Cilacap.
Untuk rekayasa kepadatan diprediksi di simpul Tol Semarang, tepatnya di Krapyak.
"Sebelum Krapyak, kita siapkan rekayasa. Sewaktu-waktu kendaraan akan dikeluarkan melalui pintu exit Gringsing manakala Krapyak tidak mampu menampung," tuturnya.
Titik rekayasa lainnya yakni di Gandulan, dengan nantinya ada antisipasi bilamana masuk lewat Kota Pekalongan yang bisa saja menimbulkan macet.
Dirinya juga berpesan bagi para pemudik untuk menyiapkan segala sesuatunya apabila menggunakan kendaraan sendiri, seperti bbm, logistik, minum, makanan sebagai bentuk siaga jika rest arenya padat. (Dew)