Akademisi Unsoed Bina Napi Lapas Banyumas, Beri Tips Tiga Kunci Sukses

Keluarga Alumni Pascasarjana Unsoed Purwokerto Bina Napi Lapas Banyumas, Beri Tips Tiga Kunci Sukses

Akademisi Unsoed Bina Napi Lapas Banyumas, Beri Tips Tiga Kunci Sukses
tribunjateng/khoirul muzaki
Keluarga Alumni Pascasarjana Unsoed Purwokerto Bina Napi Lapas Banyumas, Beri Tips Tiga Kunci Sukses, Sabtu (26/5). 

TRIBUNJATENG.COM - Peran perguruan tinggi tidak hanya menciptakan para sarjana saja. Para akademisi juga bisa membina narapidana untuk mendukung masa depan yang lebih baik.

Keluarga Alumni Pascasarjana (KAPAS) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mengadakan kegiatan pembinaan bagi warga binaan di Lapas Kelas II B Banyumas.

Kegiatan ini sebagai implementasi Nota Kesepahaman antara Lapas Banyumas dan Kapas Unsoed yang ditandatangani pada 27 April 2018 silam.

Berdasarkan nota kesepahaman tersebut, kegiatan pembinaan bagi warga binaan diadakan setiap bulan sekali selama satu tahun.

"Pembinaan pertama sudah dilakukan pada bulan April 2018 lalu dengan materi Kesadaran Hukum," kata Direktur Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, Sabtu (26/5).

Dalam pembinaan yang diberikan pada bulan Ramadan ini, Totok memilih memberikan materi siraman rohani.

Totok mengapresiasi pembinaan bagi napi yang selama ini belum banyak tersentuh oleh program-program edukatif dan pengabdian kepada masyarakat di lembaga perguruan tingi.

"Padahal sangat penting perannya dan besar manfaatnya bagi warga binaan dalam mengisi waktu dan menyiapkan bekal setelah menyelesaikan masa tahanan nantinya," katanya.

Penasehat MUI Banyumas ini memotivasi warga binaan dengan menyampaikan materi 3 kunci sukses dalam kehidupan, yakni bersyukur atas karunia, bersabar dalam menjalani ujian, dan berdoa dengan memegang prinsip gravitasi.

Doa adalah bagian dari upaya mengubah keadaan dengan meminta kepada Allah SWT. Prinsip gravitasi dalam doa ibarat melempar suatu benda ke atas. Benda yang terlempar ke atas tersebut pada akhirnya akan kembali pada pelempar lagi.

"Apapun yang kita lempar ke atas, maka itu pula yang akan kita terima kembali. Sehingga, sangat penting menjaga isi doa kita kepada Allah SWT agar selalu berisi kebaikan," katanya.

Ketua Umum KAPAS Unsoed, Hananto Prasetyo, mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pihaknya untuk membangun kepedulian terhadap sesama, serta mendarmabaktikan ilmu agar bermanfaat bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Bagi dia, pembekalan spiritual sangat dibutuhkan warga binaan, mengingat mereka punya problem spiritual sehingga tak segan melakukan tindak kejahatan sampai masuk penjara.

Adapun pembekalan keterampilan diberikan agar mereka mampu hidup produktif serta dapat membangun usaha selesai menjalani masa hukuman.

Kepala Lapas Banyumas Teguh Hartaya menyampaikan apresiasi atas perhatian Unsoed terhadap warga binaan. Kegiatan ini, dinilainya mendukung upaya pihak Lapas dalam proses asimilasi warga binaan. (tribunjateng/khoirul muzakki)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved