1.363,13 Hektar Wilayah Kota Pekalongan Terendam Air Rob
Hingga Senin (28/5/2018) petang ribuan pengungsian memenuhi 31 lokasi pengungsian yang ada di Kota Pekalongan.
Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Hampir sepekan bencana banjir rob melanda Kota Pekalongan membuat masyarakat terdampak bencana tersebut berdatangan ke lokasi pengungsian.
Hingga Senin (28/5/2018) petang ribuan pengungsian memenuhi 31 lokasi pengungsian yang ada di Kota Pekalongan.
Dikatakan Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz bahwa kota Pekalongan beberapa tahun terakhir Kota Kota Pekalongan dilanda musibah bencana banjir rob yang tidak berkesudahan.
"Namun beberapa hari terakhir ini banjir rob paling besar melanda dua kecamatan, yaitu Kecamatan Pekalongan Utara dan sebagian kecamatan Pekalongan Barat," ujarnya.
Adapun wilayah yang terdampak rob yaitu Kelurahan Bandengan, Padukuhan Kraton, Kandang Panjang, Panjang Wetan, Panjang Baru, Krapyak, Pasir Kraton Kramat, dan Tirto.
"Luasan wilayah yang tergenang ada sekitar 1.363,13 hektar dengan ketinggian air 10 hingga 100 sentimeter. Data terakhir jumlah korban terdampak rob sebanyak 20.818 kepala keluarga dan warga yang mengungsi sebanyak 3.732 jiwa,” terang Saelany.
Saelany beberapa lokasi pengungsian dari 31 titik, berada di Aula Kantor kecamatan Pekalongan Utara, Rusunawa, SD Dukuh, Citra Garden, musholla-musholla dan tempat yang memungkinkan untuk menjadi tempat pengungsian warga.
“Namun warga tetap melakukan kegiatan seperti biasa, karena saat pagi dan siang beberapa warga kembali ke rumah masing-masing dan kembali ke lokasi pengungsian saat sore hari. Hal ini dikarenakan pasang surutnya air laut yang sewaktu-waktu tinggi dan kadang surut,” jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/walikota-pekalongan-saelany-mahfudz-saat-mendatangi-warga-terdampak-bencana-banjir-rob_20180528_213502.jpg)