Breaking News:

Bank Indonesia Kaji Penurunan Uang Muka Kredit Rumah

Bank Indonesia (BI) akan membahas pelonggaran kredit properti. Rencana itu akan dibahas bulan depan

TRIBUNNEWS.COM/IRWAN
Perry Warjiyo saat disumpah dalam pelantikan menjadi Gubernur Bank Indonesia 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akan membahas pelonggaran kredit properti. Rencana itu akan dibahas bulan depan. BI berniat memperlonggar dari dua sisi, yakni revisi aturan loan to value (LTV) dan kredit pemilikan rumah (KPR) inden. Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, regulator sedang mengkaji penurunan uang muka kredit rumah.

"Apakah memang uang muka perlu diturunkan lagi," ujar Perry, Jumat (25/5) kemarin.

Rencana pelonggaran LTV oleh BI merupakan kali ketiga setelah bank sentral merelaksasi aturan tersebut pada 2015 dan 2016. Sejak pelonggaran tersebut, KPR tak pernah lagi menginjak angka pertumbuhan 20 persen seperti pada tahun 2010-2011.

Menanggapi rencana itu, EVP Consumer Loan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Felicia Mathilda Simon menuturkan, relaksasi pembelian KPR inden akan membantu untuk meningkatkan pembiayaan KPR, terutama pada sektor primary market. BCA mengincar KPR tumbuh 10-12 persen di tahun ini.

Rencana pelonggaran LTV itu juga akan memberikan keuntungan bagi kelas menengah ke bawah, karena uang muka lebih rendah. Sedangkan, segmen menengah atas tidak ada masalah dengan uang muka.

Sedangkan Direktur Bank CIMB Niaga Tbk, Lani Darmawan menilai relaksasi LTV akan memberikan pengaruh bagi industri properti di Tanah Air. Sebab, KPR bisa lebih terjangkau bagi nasabah. Menurutnya, pelonggaran aturan LTV tergantung dari risk appetite bank. Karena bank memakai LTV sebagai bagian dari analisa kredit. Bank berkode saham BNGA tersebut membidik pertumbuhan KPR 10 persen di tahun ini.

Sedangkan Direktur Konsumer PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Tambok Simanjuntak, menambahkan, relaksasi LTV dan termin pembayaran akan berdampak positif ke bisnis KPR. Hal itu berkaca pada pelonggaran LTV di 2016.

Saat ini, BNI mencatat kredit perumahan hanya meningkat 4,2 persen per kuartal pertama tahun ini. Di BNI KPR merupakan bagian dari kredit konsumer. Nah, untuk kredit konsumer, BNI memperkirakan pertumbuhan berkisar 10-15 persen di tahun ini. Data terakhir, bank membukukan pertumbuhan KPR 11,40 persen di Maret 2018.

RDG Tambahan

Selain itu, BI juga memutuskan untuk mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan tambahan pada Rabu (30/5) mendatang. RDG bulanan tambahan tersebut akan membahas kondisi ekonomi dan moneter terkini serta prospek ke depan. Namun, RDG bulanan tambahan itu tidak menggantikan RDG bulanan reguler yang tetap akan diselenggarakan sesuai jadwal.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved