Liputan Khusus

Ternyata Ada 165 Desa Wisata di Semarang, Mana yang Menonjol?

Setidaknya, terdapat 165 desa wisata maupun kampung tematik yang tersebar di seluruh Kota Lumpia.

Ternyata Ada 165 Desa Wisata di Semarang, Mana yang Menonjol?
tribunjateng/galih permadi/ist
Dulu Kampung Brintik di Kelurahan Randusari, Semarang Selatan Kumuh, Kini Mendunia Jadi Kampung Pelangi Viral di Media Asing 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kota Semarang cukup banyak mempunyai kampung tematik dan desa wisata yang bisa menjadi jujugan para wisatawan. Setidaknya, terdapat 165 desa wisata maupun kampung tematik yang tersebar di seluruh Kota Lumpia.

Beberapa kampung tematik maupun desa wisata yang ada mempunyai spot-spot selfie yang banyak menarik pengunjung.

"Anak muda bilang Instagramable," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata‎ (Kadisbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri, kepada Tribun Jateng, akhir pekan lalu.

Menurut dia, pihaknya secara intensif melakukan pendampingan kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang ada di masing-masing kampung tematik maupun desa wisata.

Pengunjung mengambil foto di beberapa spot di Kampung Pelangi, Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Sabtu (4/11/2017).
Pengunjung mengambil foto di beberapa spot di Kampung Pelangi, Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Sabtu (4/11/2017). (tribun jateng/desta leila kartika)

Hal itu diperlukan guna terus mendorong agar mereka terus menumbuhkan kreativitas dan inovasi. "Kami terus dorong agar ada inovasi dan ‎kreasi-kreasi baru. Supaya para pengunjung tidak mudah bosan dan jenuh dengan hal-hal itu saja," ucapnya.

Masdiana menuturkan, pokdarwis dan para pelaku wi‎sata harus totalitas dalam menyuguhkan kreasi dan inovasi kepada wisatawan. Semisal, ia meminta agar di Kampung Jawi yang ada di Desa Sukorejo, Gunungpati, secara totalitas menyuguhkan nuansa Jawa.

"Kami dorong harus totalitas Jawa-nya‎, mulai dari musik yang dimainkan dan diperdengarkan, kostumnya, suasananya, dan lain-lain. Saya ingin seperti di Bali, begitu orang memasuki Pulau Dewata, ada sesuatu yang khas, yang dapat segera dirasakan," paparnya.

‎Dia mengakui, tak mudah untuk mendorong masyarakat punya kesadaran yang sama untuk dapat bergerak secara berbarengan dan bersama-sama.

Dengan totalitas pokdarwis dan para pelaku wisata, Masdiana menyatakan, spot-spot selfie akan semakin banyak tercipta. Tentu dengan variasi-variasi yang diharapkan tak akan membuat wisatawan bosan.

"Membuat spot selfie tak harus rumit dan sulit. Dengan suasana yang mempunyai kekhasan tersendiri, di kursi gitu aja sudah bisa jadi spot selfie yang bagus," ucapnya.

Desa Wisata Kandri
Desa Wisata Kandri ()

‎Di Talun Kacang, Desa Wisata Kandri, Gunungpati yang berdekatan dengan objek wisata Goa Kreo misalnya, Disbudpar seringkali memberi dorongan agar terus berkreasi dengan spot selfie yang sudah ada.
Saat ini, setidaknya terdapat delapan titik spot selfie di Talun Kacang. "Di Kampung Pelangi juga begitu,‎ kreativitas tidak boleh berhenti," tuturnya.

Di objek wisata lain, semisal di Pasar Tinjomoyo, Masdiana berujar, pihaknya juga mendorong agar tercipta spot-spot selfie yang menarik.‎ "Bisa dengan mendatangkan properti yang tak biasa dan unik," jelasnya.

Pasar Digital Semarangan Tinjomoyo
Pasar Digital Semarangan Tinjomoyo (ISTIMEWA)

Sementara, untuk menciptakan multiplier effect, ‎menurut dia, Pemkot Semarang juga memberikan berbagai kemudahan fasilitas, semisal anggaran Rp 200 juta untuk masing-masing kampung tematik. "Ada juga pinjaman lunak untuk para pelaku usaha di sana," terangnya.

Tak hanya itu, Masdiana mengungkapkan, instansi terkait lain juga memberikan pelatihan kepada masyarakat yang ada di kampung tematik maupun desa wisata‎.

"Ada pelatihan untuk koperasi, UMKM, dan pelatihan lain, agar masyarakat tak hanya bisa mengakses dana, fasilitas, atau pendampingan dari pemerintah saja. Nanti, dengan bekal pelatihan itu, mereka bisa mengakses dana CSR misalnya, atau sumber-sumber lain," tandasnya. (tribunjateng/cetak/lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved