TPA Randu Kuning Hampir Penuh, Ini yang Akan Dilakukan Pemkab Batang
TPA yang menampung sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang tersebut diprediksi terancam penuh dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
Penulis: dina indriani | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani.
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randu Kuning Tegalsari, merupakan penampung sampah satu-satunya yang dimiliki Kabupaten Batang. Saat ini, kondisinya hampir penuh.
Sebab setiap harinya sampah yang masuk ke TPA, sekitar 200 meter kubik atau setara 40 ton, dengan banyaknya sampah yang masuk kini hanya tersisa 5.000 meter persegi.
Melihat kondisi itu, TPA yang menampung sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Batang tersebut diprediksi terancam penuh dalam dua sampai tiga tahun ke depan.
Wakil Bupati Batang, Suyono mengatakan, bahwa pemkab sudah melakukan kerjasama dengan Perhutani dalam rangka mengatasi permasalahan sampah.
Rencananya, dua kecamatan bisa dititipkan ke Perhutani dengan pola dan sistem pengelolaan sampah yang modern.
"Pengelolaan sampah modern akan kita pilah-pilah yang sampah organik kita akan jadikan pupuk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat aru bula tutup, yaitu digali tanahnya, sampah organik dimasukan dan ditutup lagi dengan tanah dan ditanami," tuturnya saat meninjau lokasi rencana Sub TPA Desa Dlisen Kecamatan Limpung, Senin ( 28/5/2018).
Selain itu, Pemkab juga rencananya akan membangun penambahan Sub TPA.
"Saat ini kami masih memetakan TPA untuk kecamatan - kecamatan dan solusi mencarikan lahan untuk pembuatan pembangunan Sub TPA," pungkasnya. (din)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wabup-batang-suyono_20180528_180844.jpg)